Iklan

iklan

Yulianus Tebai Ditembak Mati Setelah Sesaat Pisah Dengan Adik Perempuannya, Ini Kesaksiannya

Melkianus Dogopia
1.23.2023 | 6:00:00 PM WIB Last Updated 2023-03-29T17:56:08Z
iklan
Foto: Korban Mati Tempat, Yulianus Tebai (28 Tahun), anggota SatPol-PP, Sabtu (21/1/2023), di Tugomani sebelum memasuki kampung Ugida/Dok.KorbanSaksi

TaDahnews.com, Nabire --
Kami hendak mau ke kebun. Namun, karena bertemu dengan kejadian ini, sebagai SatPol-PP, kakak saya ingin mencari tahu dan memadamkan situasi itu. Namun, Kami ditembaki oleh aparat keamanan. Saya langsung lompat dari motor dan menyelamatkan diri di sebelah jalan masuk ke hutan. Kakak kandung saya langsung stop, putar balik motor dan langsung kabur pakai motor juga. Saya mengira aman dan akan bertemu di rumah. Padahal, tidak, itu kakak saya ditembak mati.
 
Almarhum Yulianus Tebai (28 Tahun) itu kakak kandung saya. Dia bekerja di anggota Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) Kabupaten Dogiyai, saya juga sebagai korban karena, kami sama-sama ditembaki. Saat kejadian, Yulianus Tebai ini menggoncengi saya. Dan itu hari terakhir saya bersama kakak saya, Sabtu (21/1/2023).
 
Dalam laporan saksi yang diterima tadahnews.com, adik kandung dari almarhum Yulianus Tebai ini menceritakan bahwa mereka hendak akan bergegas ke kebun. Namun, karena ada bunyi tembakan di luar dan disusul dengan bunyi lonceng dari tiang listrik yang panjang, yang memberikan isyarat bahwa ada sesuatu bahaya yang sedang terjadi maka sebagai anggota SatPol-PP, Yuianus Tebai dan adik perempuannya itu berencana mencari tahu dan ingin mengamankan.
 
 
"Ada bunyi tembakan, itu disusul dengan bunyi tiang listrik yang dipukul tanda telah terjadi sesuatu  masalah. Karena itu, saya dengan almarhum Yulianus Tebai, kami ke arah Kampung Ekago dan Gopouya. Tiba di depan Gereja Ekago, ada beberapa orang berkerumun. Kami lalu berhenti dan bertanya kepada mereka, ada masalah apa? Lalu kami dengar kerumunan orang itu jelaskan kepada kami bahwa tadi ada tentara yang ada di dalam sebuah (1 buah) truk telah buang tembakan ke arah para pemuda dan para pemuda sedang kejar truk yang buang tembakan tersebut," jawab warga dikerumunan itu kepada saksi (yang juga korban) dalam keterangan tertulis kepada tadahnews.com, Senin (23/1/2023).
 
Melalui keterangan tertulis itu, korban sebagai saksi ini menceritakan saat-saat mendekati peluruh tajam itu merobek bagian punggung kanan kakaknya, Yulianus Tebai dan akhirnya tidak bernyawa.
 
Dari tempat kami berhenti, kami melihat beberapa pemuda juga sedang berjalan ke arah datangnya suara tembakan guna memastikan. Beberapa pemuda juga sibuk mengejar truk yang menurut cerita sudah membuang tembakan dan lalu dikejar
 
Dari situ kami juga mengikuti orang-orang yang sedang mengejar truk. Kakak saya sebagai anggota SatPolPP memang tugasnya mengamankan keributan yang timbul di tengah masyarakat. Jadi kami ke sumber konflik dengan tujuan kakak kandung saya sebagai anggota SatPolPP mau mengamankan situasi. 
 
Kami tiba di Tugomani, sebelum masuk ke perkampungan Kampung Ugida, disitu ada jalan yang tidak baik. Begitu tiba di tempat itu, ada satu truk yang berhenti di tempat yang tidak baik tersebut. Dari arah yang lain juga ada sebuah Mobil Hilux sedang mendekati truk tersebut.
 
Para pemuda yang mengejar juga sudah mendekati truk tersebut. Melihat para pemuda sudah sangat dekat, ada beberapa apparat keamanan dari dalam Mobil Hilux dan Truk tersebut keluar dan menembaki kami. Saya langsung lompat dari motor dan menyelamatkan diri di sebelah jalan masuk ke hutan. Kakak kandung saya langsung stop, putar balik motor dan langsung kabur pakai motor juga.
 
"Saya lihat jelas dari dalam hutan di pinggir jalan bahwa almarhum kakak saya sudah pake motor berhasil menyelamatkan diri," tuturnya dalam keterangan tertulis.
 
Di akhir penjelasannya, korban sebagai saksi bercerita bahwa dirinya ingin bertemu Yulianus Tebai dan setelah tembakan berhenti, ia bergegas dari dalam hutan dan keluar.
 
"Saya juga lari kembali ke arah rumah karena, menduga bahwa kakak saya pasti menunggu saya tidak jauh dari lokasi kami dapat tembak. Saya tidak tahu dengan para pemuda pengejar yang lain. Saat itu, saya fokus saja ke kakak saya. Saya berlari-lari kecil di jalanan kembali. Saat saya kembali, beberapa pemuda berjalan kaki ke arah lokasi kami dapat tembak, mungkin kaget karena, ada bunyi tembakan. Ada beberapa mobil juga yang lewat," pungkasnya. 
 
Sambil meneteskan air matanya, adik perempuan dari Almarhum Yulianus Tebai/28 menangis dengan begitu pedihnya dan berkata saya menangis dan meratap di situ.
 
"Saya dibantu oleh seorang anak, memikul kakak saya sekitar 100 meter lebih, sepanjang tanjakan, sampai saya dapat seorang pemuda yang mengantar saya dan kakak saya ke rumah kami kembali. Kakak saya sudah meninggal (sambil menangis lagi)," tutup kesaksian itu.(*)



Reporter: Melkianus Dogopia
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Yulianus Tebai Ditembak Mati Setelah Sesaat Pisah Dengan Adik Perempuannya, Ini Kesaksiannya

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan