[Tabloid Daerah], Nabire -- Turnamen Badai Cartenz Cup - VI (TBCC-VI) Secara resmi dibuka di Lapangan Sepakbola Sapta Marga Kodim 1705 Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (6/7/2026), sore pukul 16.00 waktu Papua.
Turnamen bergengsi di Papua Tengah kembali hadir untuk yang ke-6 kalinya. Badai Cartenz Cup, kini menghadirkan 24 tim dari berbagai daerah-provinsi akan berjibaku mencari yang terbaik, dan siap memberikan tontonan sepak bola berkualitas di Papua Tengah.
Pantauan TaDahnews.com, TBCC-VI resmi dibuka oleh Asisten I Sekertariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alanthino Wiay, mewakili Gubernur Papua Tengah, didampingi CEO Badai Cartenz, Henes Sondegau yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel).
Turut dihadiri Bupati Paniai Yampit Nawipa, Perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Nabire.
Terpantau, 24 Tim yang hadir memasuki lapangan, ratusan penonton turut menyaksikan acara opening ceremony tersebut, diawali dengan mengheningkan cipta atas situasi darurat kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Dogiyai.
Juara bertahan di Badai Cartenz Cup - V tahun lalu, PS. Sific, klub asal Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, melalui Kapten Tim menyerahkan Piala Bergilir dan diterima langsung oleh Ceo Badai Cartenz, Henes Sondegau.
Dalam sambutannya, Asisten I Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alanthino Wiay mengapresiasi Panpel yang mana telah menghadirkan kegiatan positif ini karena, bukan hanya di lapangan tapi juga, di luar lapangan mesti menjaga nilai-nilai kebersamaan.
"Kami mengapresiasi panitia pelaksana turnamen sepak bola ini, terima kasih juga bahwa kita menjaga dan saling menguatkan, menjaga sportivitas, dan kegiatan positif ini jadikan sebagai pengembangan bakat bagi generasi muda," ujar Alanthino Wiay.
"Kepada semua masyarakat, bahwa melalui sepak bola kita belajar tentang kebersamana, disiplin, dan sikap saling menghargai. Jadi, nilai-nilai kebersamaan ini adalah penting bukan hanya di lapangan pertandingan tapi juga, dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya.
Perwakilan Pemprov Papua Tengah ini menyampaikan dukungannya kepada para pemain muda, untuk menjadikan turnamen ini sebagai ajang menunjukkan skil-bakat, talenta yang dimiliki agar dapat bermain di tingkat dan iven yang lebih tinggi.
Wiay juga berpesan bahwa menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertandingan.
Baginya, yang terpenting adalah ini juga sebagai ajang mempererat tali persaudaraan.
"Kepada pemain agar bertanding dengan semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang paling penting adalah bagaimana setiap tim menunjukkan sikap disiplin, menghormati aturan, dan tunjukkan potensi diri kalian agar dilihat tim-tim besar," pungkasnya.
Senada dengan perwakilan Pemprov, Henes Sondegau dalam sambutannya mengatakan turnamen ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan menggali potensi para atlit agar bisa tampil lagi di tingkat turnamen yang lebih tinggi.
"Turnamen Badai Cartenz merupakan wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan menggali potensi-potensi yang ada di atlit-atlit muda agar ke depan bisa tampil lagi di turnamen yang lebih tinggi," kata Sondegau.
Sondegau juga meminta agar menjaga sportifitas permainan dan keamanan bersama guna menciptakan suasana yang kondusif.
"Saya berharap agar kita semua menjaga keamanan bersama, menjaga situasi kondusif hingga Turnamen Badai Cartenz terlaksana dengan sukses," pinta Sondegau.(#YoDo/TaDah)
Penulis: Yohanes Dogopia
Editor: Kebagibui Deto

