Iklan

iklan

Ini Kronologis Penembakan Di Ugida

Tabloid Daerah
1.21.2023 | 8:00:00 PM WIB Last Updated 2023-01-22T01:17:12Z
iklan
Korban Yulianus Tebai (28 tahun)/Doc.KeluargaKorban

TaDahnews.com, Nabire -
- Keluarga korban (tidak ingin menyebutkan namanya, red) dan Pemuda di Ugida membeberkan bahwa ada penembakan yang berasal dari aparat kepolisian hingga ada korban meskipun, telah beredar kronologis versi pihak Aparat Kepolisian yang di Mapia, dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dogiyai.

Keluarga korban kepada tadahnews.com melalui via-WhatsApp bahwa korban atas nama Yulianus Tebai (28 tahun) meninggal dunia.

Ini Kronologis versi keluarga korban yang meninggal dunia (korban, red);

Pada Pukul 11:00 Waktu Papua (WP), Sabtu (21/01/2023), korban bersama keluarganya sedang berada di rumah dari keluarganya korban di Ekago, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai. Kemudian, korban dan keluarganya mendengar bunyi tembakan.

Pada Pukul 11:15 WP, Korban dan saudara perempuannya minta izin untuk mencari tahu asal bunyi tembakan tersebut.  

Pada Pukul 11:30 WP, dalam perjalanan itu, Korban dan saudara perempuannya bertemu masyarakat dan mendengar informasi bahwa beberapa pemuda sedang  mengejar truk yang mengeluarkan tembakan tersebut. Mendengar itu Korban menyusul kelompok pemuda yang telah mengejar truk itu. Setelah 20 KM berjalan ke arah bunyi tembakan tersebut Korban dan saudara perempuannya ditembaki yang berasal dari salah satu truk yang sedang melintas.

Pukul 12:00 WP, korban bersama saudara perempuannya ditembaki, di perbatasan Dogiyai-Nabire, Totoko Taiga (nama tempat), Kampung Tugomani, Kabupaten Nabire. Tembakan itu berasal dari salah satu truk yang berada tidak jauh dari lokasi korban melintas. Truk yang menembaki korban adalah truck yang sedang melintas dari arah Paniai menuju Nabire.

Menurut keterangan keluarga, korban ditembaki Polisi yang menumpang di truk. Dan, tembakan mengenai punggung korban. Saat itu korban sedang mengendarai motor dan korban berusaha bertahan. Setelah jarak dari tempat ditembaknya korban sekitar 20an meter ke depannya, korban akhirnya jatuh dari motor (tidak tertolong meninggal dunia).

Kemudian, Korban dievakuasi aparat kepolisian bersama keluarga korban ke Kepolisian Sektor (Polsek) Mapia sebelum diserahkan ke pihak Puskesmas dan keluarga korban. 

Di tempat yang berbeda, Polisi  yang menumpangi truk juga menembaki satu orang pemuda dan kini sedang dievakuasi ke Nabire untuk pengobatan lebih lanjut.

Pukul 14:00 beberapa kelompok masyarakat yang secara spontan tidak terima dengan tindakan kepolisian yang seenaknya melepaskan tembakan tersebut, menyambut dua korban tertembak dengan membakar sejumlah Kios di Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai.

Media ini, tadahnews.com juga mendapatkan keterangan saksi (via-WhatsApp) yang saat itu hendak mencari kayu bakar di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saksi yang tidak mau disebutkan namanya adalah seorang pemuda di Ugida.

Dalam keterangan tersebut menjelaskan bahwa penembakan pertama terjadi di Kepala Air Degeuwo, Kampung Ekagokunu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.

Menurut saksi, pemuda Ugida menjelaskan, kejadian tersebut awalnya ada beberapa Pemuda minta Rokok kepada Sopir Truk  dan sopirnya tidak memberikan rokok. Kemudian di dalam truk, ada seorang pendatang yang mengenakan Seragam Polisi. Dan, polisi itu melakukan tembak ke arah langit, satu kali tembakan.

Dengan adanya penembakan dari dalam truk tersebut sehingga, pemuda yang ada di situ tidak terima. Mereka mengejar truk itu sampai di Tanjakan Atoutogu. Dari arah Nabire, Yulianus Tebai (korban yang meninggal) dengan istrinya menuju ke Mapia. Namun karena, ada kelompok pemuda yang mengejar truk sehingga, Yulianus Tebai menurunkan istrinya di situ (Tanjakan Atoutogu), dan Yulianus Tebai (korban) balik arah motornya dan ikut mengejar bersama pemuda yang sedang mengejar truk itu.

Mereka menahan truk di Perbatasan Nabire dan Dogiyai, di Totoke Tagia, Kampung Tugomani, tanjakan kecil  sebelahnya.

Sesudah  menahan truk itu, ada mobil dari belakang muncul menembak ke arah Yulianus Tebai. Tembakan tersebut mengenai Yulianus Tebai di tulang punggung belakang, dan mati di tempat. Polisi juga menembak Vincen Dogomo  anaknya Viktor Dogomo, di Kampung Bukabado mengenai paha dan sekarang masih berobat di Puskesmas Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai.

Terlepas dari itu, informasi warga Ekagokunu yang juga tidak mau disebutkan namanya mengatakan dari peristiwa tersebut, salah satu pemuda di Kampung Ekagokunu juga ditembak oleh aparat atas nama Emanuel Dogomo, anaknya Egenus Dogomo. Pemuda tersebut kena tembakan di tangan dan terkikis peluruh panas di bagian kaki. Kemudian, tiga tembakan tidak kena sehingga, saat ini keberadaan Emanuel Dogomo belum dipastikan.

Berlanjut,  hingga sekitar Pukul 19:00 malam WP, anaknya Bapak Thomas Dogomo  kena tembakan di kaki sehingga, mengakibatkan kaki patah.

Adapun Kronoligis versi kepolisi, dengan judul, "Pemuda Dogiyai ditembak aparat, satu Meninggal Dunia, satu Kritis.

Penembakan terhadap pemuda warga Dogiyai, Papua tengah, mengakibatkan seorang pria Yulianus Tebai (28 Tahun) mati tempat dan Vincen Dogomo luka tembak di paha.

Peristiwa tersebut terjadi di perbatasan antara Dogiyai dan Nabire Totoke tagia, kampung Tugomani, Kabupaten Nabire,  Sabtu (21/01/2023) pukul 11:00 WP.

Kronologis Versi Kaporles Dogiyai

Seperti dilansir detik.com, sabtu (23/1/2023), Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel Tatiratu menjelaskan bahwa penembakan itu diduga dilakukan seseorang dari dalam truk. Sopir truk itu sempat jadi sasaran amukan massa hingga akhirnya dievakuasi petugas kepolisian.

“Kini supir truk itu sudah mendapat perawatan medis,”

Samuel menjelaskan, penembakan itu bermula adanya sejumlah truk dari Kabupaten Paniai menuju Kabupaten Nabire yang dipalang dan dilempari oleh sejumlah pemuda mabuk. Seseorang dari sopir truk tiba-tiba melepaskan tembakan.

“Saat itu mobil truk diduga dilempari sekelompok pemuda kampung yang mabuk. Kemudian hal itu direspon dengan dilakukannya tembakan dari dalam truck,"

Polisi yang menerima laporan kejadian ini kemudian turun tangan ke lokasi. Satu unit truk ditemukan dalam kondisi dibakar massa.

“Saat itu di salah satu kampung yang tak jauh dari lokasi kejadian didapati 1 truk telah dibakar. Kemudian sopirnya dianiaya dan ditikam. Lalu kami langsung berupaya menyelamatkannya dan kini telah mendapat pertolongan medis".

Samuel membenarkan bahwa terdapat 1 orang meninggal dunia akibat luka tembak. Kemudian 1 orang lagi terluka akibat jatuh dari sepeda motor.

Sampai berita ini dinaikan, 1 Pemuda Dogiyai Yulianus tebai (ditembak mati) dan tiga lainnya terluka (Kena tembak): Vincen Dogomo (luka tembakan di paha), Emanuel Dogomo (kena tembakan di tangan dan kikis di kaki) dan Thomas Dogomo (kena tembakan di Kaki sehingga mengakibatkan kaki patah).
  


Laporan Warga (saksi). Laporan Polisi yang sedang bertugas di Bomomani, Distrik Mapia. Dan, Kronologis versi Kapolsek yang telah dilansir di detik.com
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ini Kronologis Penembakan Di Ugida

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan