Iklan

iklan

PRF XI Raih Rekor MURI, Meki Nawipa: Jadikan Musik sebagai Pesan Perdamaian

Tabloid Daerah
10.18.2026 | 7:24:00 AM WIB Last Updated 2026-10-20T04:24:51Z
iklan
Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak penutupan PRF XI di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah yang berloaksi di Area Bandara Lama, Nabire, Sabtu (17/10/2026), malam pukul 23.30 waktu Papua, dan ditutup dini hari pukul 01.30 waktu Papua Minggu (18/10/2026). Sertifikat rekor diterima oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Teddy Pekei. /Sie Dok PRF XI - Decky Mote

[Tabloid Daerah], Nabire -- Papua Reggae Festival (PRF) XI Tahun 2026 resmi mencatatkan prestasi nasional setelah meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pertunjukan musik yang membawakan lagu berirama reggae terbanyak di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak penutupan PRF XI di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah yang berloaksi di Area Bandara Lama, Nabire, Sabtu (17/10/2026), malam pukul 23.30 waktu Papua, dan ditutup dini hari pukul 01.30 waktu Papua Minggu (18/10/2026).

Sertifikat rekor diterima oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Teddy Pekei.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Oktober 2026, ini menghadirkan sekitar 36 musisi dan grup band dari berbagai wilayah Tanah Papua.

Mereka membawakan lebih dari 100 lagu daerah dengan irama reggae, menjadikan panggung festival sebagai ruang pertemuan musik, bahasa, dan identitas budaya Papua.

Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi para musisi untuk menunjukkan bahwa bahasa daerah dapat terus hidup dan berkembang melalui musik modern, tanpa kehilangan akar budaya masyarakat yang melahirkannya.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengatakan pencapaian PRF XI harus menjadi momentum untuk memperluas pesan perdamaian di Tanah Papua.

Ia mengajak para musisi dan generasi muda memanfaatkan bakat seni untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Hari ini menjadi tanda bahwa kita bisa memecahkan rekor Indonesia dengan membawakan lebih dari seratus lagu reggae. Dengan penghargaan ini, kita harus makin gencar mengampanyekan perdamaian di atas tanah ini. Stop minuman keras dan perilaku tidak baik. Kalau kalian punya bakat musik, salurkan untuk menghibur dunia dan membanggakan negeri ini,” tegas Meki.

Menurutnya, kekayaan bahasa dan budaya yang dimiliki masyarakat Papua merupakan modal penting untuk melahirkan karya musik yang memiliki ciri khas dan mampu dikenal hingga tingkat internasional.

“Pencapaian rekor MURI ini tidak mudah. Papua mengirimkan pesan kepada Indonesia bahwa anak-anak muda kita mampu menyanyikan ratusan lagu reggae menggunakan bahasa daerah masing-masing. Ini adalah kekayaan, modal, dan kekuatan kita yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Meki juga mendorong agar penyelenggaraan berikutnya memiliki target yang lebih besar, baik dari jumlah lagu maupun jangkauan kolaborasi musisi.

“Ke depan, kita harus buat yang lebih besar lagi, target kita lebih dari 200 lagu. Pekerjaan rumah kita selanjutnya adalah berdoa dan berusaha agar kelak kita bisa mengundang grup atau penyanyi reggae kelas dunia dari Afrika untuk tampil bersama kita di tanah ini, lalu kita tunjukkan kehebatan musik berbahasa daerah kita,” tambahnya.




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PRF XI Raih Rekor MURI, Meki Nawipa: Jadikan Musik sebagai Pesan Perdamaian
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan