[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerinta Provinsi Papua Tengah resmi menggandeng 31 media sebagai mitra strategis guna memperkuat transparansi pembangunan dan mendorong fungsi kontrol sosial terhadap kinerja birokrasi di wilayah administrasi Papua Tengah, Rabu (19/8/2026).
Pantauan TaDahnews.com, suasana hangat menyelimuti Ruang Rapat Gubernur Papua Tengah, pagi itu, sembari duduk berbentuk meja persegi panjang ditemani aroma kopi yang mengepul.
Lanjut ke ruang Press Conference Papua Tengah, 31 media tersebut melakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dengan 31 pimpinan media.
Namun, agenda ini bukan sekadar seremoni tanda tangan di atas kertas bermeterai.
Gubernur Meki Nawipa membawa pesan yang cukup menohok bagi para insan pers.
Orang nomor satu Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa media tidak boleh hanya menjadi corong seremonial aktivitas gubernur dan wakil gubernur semata.
Lebih dari itu, pers harus berani masuk ke celah-celah birokrasi untuk mengukur sejauh mana dampak program pemerintah dirasakan oleh masyarakat akar rumput.
"Saya mau, media berperan aktif melihat juga kerja pejabat dan orang-orang yang membantu pemerintah Papua Tengah agar, kita bisa mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan apa yang masih perlu dievaluasi," tegas Meki di hadapan para jurnalis.
Baginya, integritas adalah yang terpenting dan utama.
Ia menjelaskan setiap informasi yang dipublikasikan memiliki narasumber yang jelas dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Gubernur definitif pertama Papua Tengah menyoroti pentingnya testimoni langsung dari penerima manfaat program, seperti pelajar penerima beasiswa atau mahasiswa yang dibantu pemerintah.
Narasi dari sisi manusia ini dianggap lebih berbobot ketimbang sekadar angka-angka statistik di laporan resmi.
Pers diharapkan menjadi jembatan sekaligus cermin evaluasi bagi jalannya roda pemerintahan.
Senada dengan Gubernur, Kepala Biro Umum Pemprov Papua Tengah, Vivian Andenita Gobay, mengungkapkan adanya kenaikan signifikan jumlah mitra media dari 21 di tahun 2025 menjadi 31 media di tahun 2026.
Vivian juga mengajak kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menutup diri kepada rekan-rekan wartawan ini.
"Harapannya, Bapak Gubernur dapat memberikan arahan langsung kepada pimpinan OPD agar tidak menutup diri kepada jurnalis," harapnya.
"Karena, para jurnalis ini adalah mitra yang membantu mempublikasikan kinerja pemerintah agar diketahui masyarakat," tutup Vivian.
Upaya ini menjadi langkah nyata Pemprov Papua Tengah untuk membangun keterbukaan informasi yang lebih sehat di Tanah Papua tapi juga, lebih khusus di Papua Tengah.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

