![]() |
| Ketum BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, bersama Gubernur Meki dan Wagub Geley (MEGE), pada suatu momen, apresiasi kebijakan Pemprov, Selasa (18/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua. /Ist. |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan program subsidi angkutan udara bagi wilayah pegunungan yang terisolasi, sembari memberi peringatan keras terhadap praktik mafia tiket.
Sudah saatnya masyarakat pedalaman mendapatkan angin segar yang berembus dari langit Papua Tengah tepat pada momentum perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menggulirkan program subsidi angkutan udara untuk membuka sumbatan akses di wilayah-wilayah yang selama ini hanya bisa dipandang dari jauh karena, keterbatasan jalur darat.
Program yang direncanakan mulai mengudara, pada, 24 Agustus 2026, ini, menggandeng PT AMA dengan mengandalkan ketangguhan pesawat jenis Pilatus Porter PC-6.
Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, menilai kebijakan yang lahir di bawah kepemimpinan Gubernur Meki dan Wagub Geley (MEGE) ini sebagai kado kemerdekaan yang nyata bagi masyarakat pedalaman.
Baginya, konektivitas bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan urat nadi ekonomi dan kemanusiaan bagi warga di wilayah pegunungan yang selama ini terhimpit mahalnya biaya logistik.
"Enam rute penerbangan yang disiapkan oleh MEGE dari Nabire. Yakni; seminggu tiga kali, Nabire–Ilaga (Puncak), Nabire–Mulia (Puncak Jaya), Nabire–Bilogai (Intan Jaya). Dan, seminggu dua kali, Nabire–Enarotali (Paniai), Nabire–Moanemani (Dogiyai), serta Nabire–Waghete (Deiyai), adalah sangat tepat sasaran," ujar Yoti Gire saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua.
Namun, peraih penghargaan IPSEA 2026 ini tidak ingin program mulia tersebut ternoda oleh praktik-praktik kotor di lapangan.
Dengan nada tegas, Yoti bersama BPD Hipmi Papua Tengah, mengingatkan agar tidak ada oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan rakyat.
Yoti menekankan bahwa transparansi harga harus menjadi prioritas utama agar subsidi benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak.
"Kami HIPMI Papua Tengah secara tegas mengutuk tindakan mafia tiket, dan bermain harga. Kebijakan yang sangat dinantikan masyarakat pedalaman ini, jangan ada lagi oknum-oknum bermain merugikan rakyat," tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, HIPMI berharap keterisolasian daerah-daerah sulit jangkau segera berakhir.
Program ini diharapkan tidak hanya memudahkan pergerakan masyarakat, tetapi juga memicu denyut nadi ekonomi baru di pelosok Papua Tengah yang selama ini terabaikan.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

