Iklan

iklan

Lomba Memasak dari Pangan Lokal Jemput HUT ke-81 RI, Bupati Yampit: Wajib Menu Lokal Tiap Kamis atau Silakan Tinggalkan Paniai

Tabloid Daerah
8.14.2026 | 5:20:00 PM WIB Last Updated 2026-08-14T11:27:36Z
iklan
Bupati Yampit Nawipa bersama Wabup Ham Yogi, saat membuka lomba gerak jalan, Kamis (13/8/2026), siang pukul 11.00 waktu Papua.(TaDahnews-Kebagibui Deto)


[Tabloid Daerah], Paniai -- Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Paniai sangat antusiasme melalui lomba penyediaan makanan lokal kategori warung makan.
‎Semarak tersebut dinilai paling beda pada momen HUT tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
‎Kepada TaDahnews.com, Bupati Kabuaten Paniai, Yampit Nawipa mengapresiasi Panitia dan peserta kategori warung makan di Kota Paniai, Kamis (13/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua melalui sambungan telepon seluler

"Terimakasih panitia dan peserta lomba masak makanan lokal. Ini merupakan sinergitas kita untuk membangun sektor ekonomi bagi masyarakat lokal, asli Paniai. Terutama telah mewujudkan Perda untuk pemberdayaan ekonomi lokal," ujar orang nomor satu Kabupaten Paniai.

Orang nomor satu Kabupaten Paniai, julukan anak muda gerak cepat menegaskan bukan hanya sekedar mengisi daftar perlombaan meriahkan HUT RI.

Tetapi, jauh dari pada itu bergotong-royong mendorong sektor ekonomi lokal di Kabupaten Paniai.

Pasalnya, hanya satu hari, Hari Kamis saja disetiap minggu, disitulah dibalik bersinergi dorong ekonomi lokal, Bupati mengajak seluruh masyarakat Papua, non Papua, dan Asli Paniai merajut kebersamaan.

"Dalam satu hari, Hari Kamis, semua pelaku usaha warung makan wajib belanja di pasar mama-mama Paniai, dan wajib sajikan di menu makanan. Jika tidak maka menentang perda, dapat sanksi denda, dan tinggalkan Paniai," tegas Bupati Yampit Nawipa kerap disapa Bupati Womaki.

"Yang suka makan makanan lokal juga banyak, apalagi di Paniai ini tidak ada kebun padi. Dari dulu yang ada itu kebun nota dan keladi, sayur-sayuran Paniai, ikan, udang di sungai dan danau. Bukan, kangkung, nasi, ikan laut, dan sejenisnya. Ini, justru orang-orang dari kabupaten tetangga pun bisa datang," tandas Bupati Womaki.

Dalam perlombaan ini, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya, sebuah ajakan untuk kembali mengenal, menikmati, dan menghidupkan cita rasa makanan khas asli Paniai.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai, mendorong seluruh warung makan yang beroperasi seputaran kota Kabupaten Paniai untuk wajib menyediakan menu khas asli Paniai setiap hari Kamis.
"‎Bagi kami pemerintah daerah, menu khas lokal bukan sekadar makanan yang tersaji di atas meja. Di balik setiap bahan pangan lokal terdapat kehidupan masyarakat Paniai, khususnya para mama-mama Paniai yang menggantungkan pendapatan keluarga dari hasil bertani dan dijual," pungkas Womaki.
‎Semakin banyak masyarakat membeli dan menikmati makanan berbahan lokal, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi dirasakan oleh masyarakat setempat.
‎Bupati Yampit menjelaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian lomba menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong daya beli masyarakat agar turut menggerakkan perekonomian warga lokal.
‎Dari pasar hingga rumah makan, bahan pangan lokal yang mereka jual diharapkan tidak hanya menjadi komoditas dibeli, tetapi dapat diolah menjadi hidangan yang kemudian dinikmati oleh masyarakat luas.
"Kita bersama-sama menggerakkan mata rantai ekonomi lokal agar dapat bergerak terus-maju," jelas Womaki.
Tim terdiri dari Bupati, wakil Bupati (Wabup), didampingi gabungan keamanan, dan Juri kunjungan langsung ke sejumlah warung makan, usai membuka lomba gerak jalan.

Tim turun melihat menu yang disediakan sekaligus memastikan sejauh mana makanan khas lokal Paniai mulai hadir di meja-meja makan.

‎Mereka mendatangi satu per satu tempat makan dan melihat berbagai menu ditawarkan kepada masyarakat.
‎Suasana tersebut menjadi bagian menarik dari rangkaian perayaan kemerdekaan di Paniai.

Jika biasanya perlombaan identik dengan lapangan dan arena pertandingan, kali ini meja makan pun menjadi bagian dari semangat perlombaan.
‎Namun pesan yang ingin disampaikan jauh lebih besar dari sekadar menentukan siapa terbaik.

Pesannya hanya satu, tegas Womaki sembari menceritakan kisahnya pernah menjadi pengojek di Paniai, dan ketika itu mengantar pulang mama penjual pangan lokal Paniai masih memikul barang dagangannya yang terbeli.

Pesan menohoknya bergetar, rauk wajah Bupati Womaki tinggal sejengkal lagi meneteskan air mata dalam kisahnya itu, dan menutup dengan pesan tegas.

"Sekarang saya Bupati, dan kebijakan ini wajib diikuti. Jika, tidak silahkan tinggalkan Paniai. Di Paniai ini, punya pangan lokal dan itu masih ada menjadi kehidupan masyarakat. Mau tidak mau harus ikuti kebijakan ini. Kita tidak bisa tanam padi, kita ini sudah turun-temurun Petatas, Keladi, Sayuran lokal Paniai, dan Ikan, udang, harus ada di menu semua warung makan," pesan Womaki dengan nada tegas.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lomba Memasak dari Pangan Lokal Jemput HUT ke-81 RI, Bupati Yampit: Wajib Menu Lokal Tiap Kamis atau Silakan Tinggalkan Paniai
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan