Iklan

iklan

Benahi Tata Kelola: Langkah Papua Tengah Wujudkan Koperasi Profesional dan Legal

Tabloid Daerah
8.20.2026 | 11:20:00 AM WIB Last Updated 2026-08-20T03:18:54Z
iklan
‎Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Yuliten Makai, Kamis (20/8/2026), pagi pukul 09.00 waktu Papua, di Guest House, Jalan Merdeka, Nabire. /Ist.


[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan menggelar pelatihan fasilitasi izin usaha simpan pinjam bagi koperasi dengan wilayah keanggotaan lintas kabupaten/kota.
‎Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 20–22 Agustus 2026, pagi pukul 09.00 waktu Papua, bertempat di Guest House, Jalan Merdeka, Nabire.
‎Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Tumiran ini, bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memastikan aspek legalitas serta profesionalisme tata kelola koperasi.
‎Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Yuliten Makai, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan respons cepat atas berbagai kendala di llapangan
‎Ia menyoroti fenomena minimnya pemahaman legalitas dan administrasi yang masih berantakan di tingkat daerah.
‎Masalah-masalah klasik seperti keterbatasan SDM dan tata kelola yang belum tertib menjadi fokus utama yang ingin dibenahi.
‎“Aspek legalitas dan perizinan menjadi sangat penting bagi koperasi simpan pinjam karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana anggota dan kepercayaan masyarakat,” jelas Yuliten.
‎Yuliten mengingatkan agar koperasi simpan pinjam fokus pada kesehatan arus kas.
‎Menurutnya, keseimbangan antara kegiatan menyimpan dan meminjam harus terjaga dengan matang sebelum sebuah koperasi berani melirik pengembangan unit usaha lainnya.
‎"Koperasi simpan pinjam harus mampu mengelola arus kas antara kegiatan menyimpan dan meminjam secara seimbang dan profesional sebelum mengembangkan unit usaha lainnya," ujarnya.
‎Pola pengelolaan yang disiplin inilah yang nantinya akan bermuara pada perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh anggota.
‎Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem koperasi di Papua Tengah yang lebih kredibel, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menitipkan modal mereka di lembaga koperasi.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Benahi Tata Kelola: Langkah Papua Tengah Wujudkan Koperasi Profesional dan Legal
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan