Iklan

iklan

Pesan Persatuan Bupati Womaki untuk Mahasiswa Papua: Belajar dan Pulang Bangun Kampung

Tabloid Daerah
6.16.2026 | 11:23:00 AM WIB Last Updated 2026-06-16T08:23:23Z
iklan
Momen Bupati Paniai mengumpulkan semua mahasiswa Papua di Tanah Jawa yang datang mengsuporter Persipani Paniai dalam perhelatan Liga 4 Nasional Piala Presiden, untuk memberikan dana transportasi ke tempat studi masing-masing, Rabu (10/6/2026), sore. (Ist.)


[Tabloid Daerah], Paniai -- Bupati Paniai Yampit Nawipa menekankan pentingnya persatuan dan pendidikan sebagai investasi masa depan saat menemui mahasiswa Papua di Boyolali guna mendukung tim Persipani Paniai dalam laga Liga 4 Nasional.
‎Mengenakan Jersey Persipani Paniai saat kerja, dan usai membersihkan parit di depan Kantor Bupati Paniai, Madi, Paniai Timur, Paniai, Papua Tengah, Selasa (16/6/2026) siang, Yampit Nawipa tampak masih menyimpan sisa kehangatan dari pertemuan pekan lalu di Jawa Tengah.
‎Sosok pemimpin yang akrab disapa Bupati Womaki ini baru saja kembali dari perhelatan Liga 4 Nasional di Boyolali, membawa cerita tentang mahasiswa-mahasiswi Papua yang tumpah ruah mendukung Persipani Paniai.
‎Bagi Womaki, pertemuannya dengan para mahasiswa di Lapangan Boyolali pada 10 Juni lalu bukan sekadar agenda formalitas.
‎Ada getaran kerinduan dan semangat masa depan di sana.
‎Inisiatifnya merangkul para perantau ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap generasi muda yang sedang bertarung dengan buku dan rindu di tanah Jawa.
‎Bantuan transportasi yang ia kucurkan bukan dilihat dari nominalnya, melainkan sebagai simbol kasih sayang dari sosok pimpinan daerah yang pencetus gebrakan 'kerja dulu baru dapat sentuhan'.
‎"Saya bangga melihat mereka. Mahasiswa yang bukan hanya dari satu daerah saja macam Kabupaten Paniai, tetapi dari kabupaten se-Provinsi Papua Tengah, juga se-Papua, mereka datang dukung Persipani Paniai bertanding, dan mereka kompak, luar biasa," ujar Bupati Paniai dengan nada bangga di sela aktivitasnya di Madi.
‎Ia mengingatkan bahwa persatuan adalah kunci utama.
‎Di perantauan, identitas kedaerahan harus melebur menjadi satu kekuatan kolektif sebagai anak Papua.
‎Bupati Yampit, yang juga pernah merasakan pahit manisnya kuliah di Yogyakarta, memahami betul bahwa menjaga nama baik daerah adalah beban sekaligus kehormatan yang harus dipikul para mahasiswa.
‎"Pada kesempatan ini, saya mau sampaikan bahwa persatuan di tanah rantau, harus bawa persatuan itu ke daerah masing-masing. Karena, kalau semua terpecah-belah maka kita akan kehilangan segalanya," tegasnya.
‎Pesan tersebut menjadi alarm bagi mahasiswa agar tidak terjebak dalam sekat-sekat 'badai luar' yang merusak.
‎Lebih jauh, Bupati berjuluk 'anak muda gerak cepat' ini menekankan bahwa tujuan utama merantau tetaplah menuntut ilmu.
‎Baginya, pendidikan adalah satu-satunya investasi yang tidak akan pernah merugi.
‎Ia berharap mahasiswa segera kembali ke tempat studi masing-masing untuk menyelesaikan tugas akademik mereka.
‎"Mereka harus kembali ke tempat studi asal karena, sebagai mahasiswa, menimbah ilmu adalah yang terpenting. Saya mau bilang juga, mereka harus belajar dengan baik agar investasi ilmu dapat diterapkan di daerah masing-masing," pungkasnya.
‎Harapannya sederhana namun mendalam: kelak anak-anak muda ini kembali untuk mengisi kuota kerja profesional dan membangun Papua yang mandiri serta sejahtera.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pesan Persatuan Bupati Womaki untuk Mahasiswa Papua: Belajar dan Pulang Bangun Kampung
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan