Iklan

iklan

‎Kedatangan Uskup Timika Disambut Isak Bahagia: Dari Pemberkatan, Peresmian Gereja, dan Besok 75 Tahun Injil Masuk di Ugapuga

Tabloid Daerah
6.23.2026 | 3:34:00 PM WIB Last Updated 2026-06-23T09:35:48Z
iklan

‎Kedatangan Uskup Timika Disambut Isak Bahagia, dari pemberkatan, peresmian gereja, dan pesta berlian  75 Tahun Injil masuk di Ugapuga, Lembah Kamu, Moanemani, Papua.(TaDahnews)


‎[Tabloid Daerah], Dogiyai -- Uskup Timika, Mgr. Dr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., tiba di Bandara Enarotali, Selasa (23/6/2026), untuk meresmikan Gereja Paroki St. Yohanes Pemandi Ugapuga sekaligus merayakan 75 tahun masuknya Injil di Dogiyai, Papua Tengah.

Pantauan TaDahnews.com, Panitia dan beberapa umat melakukan penjemputan ke Bandara Enarotali, di suasana pagi yang tampak lebih hidup dari biasanya.

Beberapa umat dan panitia pasang mata tertuju ke langit saat pesawat yang membawa Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., kemudian menyentuh landasan Bandara Enarotali tepat pukul 10.30 waktu Papua.

Kehadiran sang gembala bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah ziarah sejarah dan tanda kebangkitan iman bagi masyarakat Kampung Ugapuga, dan secara umum masyarakat Kabupaten Dogiyai.

Perjalanan panjang menuju peresmian Gereja Paroki St. Yohanes Pemandi Ugapuga ini berkelindan dengan perayaan Pesta Berlian—75 tahun perjalanan iman sejak Injil pertama kali menapakkan kakinya di tanah Ugapuga pada 1951 silam.

Sejarah mencatat, para pembawa kabar sukacita atau misionaris kala itu tidak sekadar datang membawa kitab suci (Alkitab), namun juga menyiapkan pondasi sumber daya manusia yang kuat.

Ketua Panitia, Felex Agapa, menceritakan kembali bagaimana misionaris merintis pendidikan kepada para muda-mudi setempat.

"Mereka dibina kurang-lebih tiga tahun. Setelah itu, ada yang menjadi tenaga kesehatan dan ke Biak, sementara yang lain menjadi guru dan pewarta yang menyebar ke seluruh Lembah Kamu, dan daerah lainnya," ungkap Felex saat ditemui di tengah kesibukan penjemputan.

‎Agenda hari pertama ini terasa begitu sakral.

‎Rombongan Uskup dijadwalkan mengunjungi makam para penerima Injil pertama yang dijadikan monumen, untuk melakukan pemberkatan sebagai bentuk penghormatan.

Ritual ini seolah menyambungkan kembali nadi spiritualitas antara masa lalu dan masa depan.

Tak berhenti di sana, rangkaian ibadah berlanjut dengan pemberkatan peletakan batu pertama, fasilitas fisik gereja, pemberkatan pagar, menara lonceng, hingga pastoran baru dan fasilitas air bersih.

Antusiasme warga terlihat nyata di sekitar gereja.

Umat dari berbagai stasi dan kombinasi basis (kombas) berbondong-bondong membawa bahan makanan dari kebun dan ternak dari kandang mereka sendiri, serta sumbangan dana.

Terpantau tenda-tenda sederhana telah berdiri kokoh, menjadi tempat bermalam bagi warga yang ingin menyaksikan langsung momen bersejarah yang akan memuncak pada hari kedua, Rabu (24/6/2026).

Felex menitipkan pesan agar seluruh lapisan masyarakat menjaga ketenangan demi kelancaran acara hingga Rabu besok.

Harapannya sederhana namun mendalam: perayaan ini menjadi bukti bahwa iman yang ditanam 75 tahun silam kini telah tumbuh menjadi pohon yang rindang, menaungi seluruh masyarakat Ugapuga dalam kedamaian dan hidup bersama Gereja yang baru saja diberkati.(*)



Penulis: Kebagibui Deto

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ‎Kedatangan Uskup Timika Disambut Isak Bahagia: Dari Pemberkatan, Peresmian Gereja, dan Besok 75 Tahun Injil Masuk di Ugapuga
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan