[Tabloid Daerah], Nabire -- Ketua Fans Brasil Nabire, Jek Kobogau, memastikan euforia kemenangan 3-0 atas Haiti akan berlanjut ke laga penentu kontra Skotlandia demi mengamankan status juara Grup C Piala Dunia 2026, dan Optimis Juara Piala Dunia (Pildu) 2026.
Gedung GOR Kota Lama Nabire mendadak berubah menjadi 'Maracana mini', pada Sabtu (20/6/2026), pagi pukul 07.00 WIT.
Di bawah pendar layar tancap, ratusan pasang mata tertuju pada aksi tim nasional Brasil yang tampil dominan menghajar Haiti dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan suntikan semangat bagi basis pendukung tim Samba di Ibu Kota Papua Tengah.
Jek Kobogau, sosok di balik antusiasme ini, tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaannya.
Sebagai Ketua Fans Brasil Nabire sekaligus Kepala Bidang Olahraga Provinsi Papua Tengah, ia melihat kemenangan ini sebagai bukti sahih bahwa tarian sepak bola Brasil masih menjadi yang terbaik.
Baginya, performa di lapangan hijau pagi itu benar-benar menunjukkan identitas asli Negeri Samba.
"Kami baru sama-sama menyaksikan pertandingan Brasil dengan goyang samba, dan menang. Kami sangat menanti penampilan negeri samba ini, pertandingan berikutnya berharap harus tampil dengan goyangan sambanya," ungkap Jek saat ditemui di Home Base Fans Brasil Nabire, GOR Kota Lama.
Kini, fokus beralih ke laga pamungkas di Grup C, Brasil akan melawan Skotlandia yang dijadwalkan pada Kamis, 25 Juni 2026.
Pertandingan tersebut diprediksi akan menjadi laga hidup-mati.
Jek memasang target tinggi: Brasil harus mengunci tiga poin tambahan untuk memastikan diri lolos ke putaran kedua dengan status juara grup dan total koleksi tujuh poin.
Euforia ini rencananya akan tumpah ke jalanan dalam bentuk konvoi besar.
Namun, Jek yang juga dikenal sebagai pegiat sepak bola lokal, menekankan pentingnya toleransi dan etika.
Ia menggarisbawahi bahwa konvoi tidak akan dilakukan pada waktu-waktu ibadah, seperti saat Salat Jumat bagi umat Muslim maupun ibadah Minggu bagi umat Nasrani.
Rute konvoi pun telah disusun rapi, dimulai dari GOR Kota Lama menyisir Pantai Nabire, melewati RSUD Siriwini, mengambil jaur Jalan Merdeka, hingga melintasi kawasan Wonorejo dan Kalibobo sebelum kembali ke titik awal.
Meski semangat meluap, Jek memberikan pesan krusial mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Saya pesan, kita jaga kamtibmas bersama-sama karena, ini sikap euforia kami. Jaga diri, dan dengan damai, tertib, aman, kita bisa konvoi dan nobar," tegasnya menutup pembicaraan.
Ia mengundang seluruh fans, termasuk pendukung Skotlandia, untuk hadir dalam nobar mendatang sebagai bentuk sportivitas tanpa batas di Nabire, Papua tengah.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

