[Tabloid Daerah], Nabire -- Persipani Paniai siap mengikuti Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, merupakan momen yang dinantikan untuk Kembali ke kasta Liga Nusantara.
Hal ini disampaikan Manajer Persipani Paniai, Thimo Eliezer Gobai kepada TaDahnews.com, Selasa (19/5/2026), siang pukul 11.00 waktu Papua, melalui sambungan telepon WhatsApp.
Manajer termuda se-Indonesia mengatakan pihaknya telah melakukan pelepasan tim berjulukan 'Laskar Koteka dari Wissel Meren' pada Hari Senin tanggal, 18 Mei 2026, sore pukul 16.00 Waktu Papua di Hotel Parkside Waena yang berlokasi di Jalan Raya Waena - Sentani, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Thimo Eliezer Gobai kerap disapa Eli Gobai menjelaskan timnya mendapatkan Grup I di Stadion Kebogiro Boyolali, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, dan tim lawannya terdiri dari, Persebi Boyolali (tuan rumah), Persipani Paniai dari Kabupaten Paniai - Provinsi Papua Tengah, Persika 1951 dari Kabupaten Karawang - Provinsi Jawa Barat, dan Persindra Indramayu dari Kabupaten Indramayu - Provinsi Jawa Barat, melalui hasil drawing via-YouTube.
"Kami telah melakukan pelepasan tim kami di Hotel Parkside Waena, Kota Jayapura, untuk ke Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah dan siap berlaga bersama tiga tim lainnya di Grup I sesuai hasil drawing," ujar Manajer terpucuk se-Indonesia.
Manajer yang siap membalikan keadaan Persipani dari keterpurukan ini optimis akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat se-Tanah papua, dan merupakan kesempatan terbaik untuk 'fight' mengembalikan posisi ke awal Liga Nusantara (Liga 3).
"Ini adalah kesempatan yang baik untuk Persipani itu kembali ke posisi awal. Waktu itu, Persipani sampai di Liga 3 Nusantara, kemudian jatuhnya persipani waktu itu, kami dapat sanksi turun kasta, dan bayar denda 150 juta. Jadi, momentum saat ini adalah momen yang pas untuk Persipani itu kembali ke posisi awal lagi," tandasnya.
Sebagai Manajer, tambah Eli, dirinya selalu tegaskan kepada pemain-pemain bahwa dalam tim, Persipani ini tim juara. Persipani ke Jawa bukan untuk melengkapi liga saja. Tetapi, Persipani harus bawa pulang juara.
"Saya selalu ingatkan bahwa kita tim juara tapi, jangan terlalu overconfident. Karena, itu bisa membahayakan kita punya diri. Kita harus tetap rendah hati dan bermain tim saling percaya di dalam permainan," tegasnya.
Eli Gobai menuturkan, berangkat dari pengalaman tim-tim dari Tanah Papua lainnya, seperti Persipura, PSBS Biak, Persiwa, Perseru Serui, Persidafon, bahwa seringkali mendapatkan ujaran rasis, ejekan negatif dari kandang lawan atau saat mereka bertandang.
"Kami dengan persiapan yang matang Persipani akan menunjukkan permainan cantik dan Fair Play saat bertanding nanti. Dan tidak akan pernah terpengaruh dengan ejekan negatif dan ujaran rasis. Tetapi, kami akan tunjukan permainan canti dan fair play," tutur Eli.
Eli berharap semua masyarakat Papua mendukung tim dari Tanah Papua, terlebih khusus Persipani yang bukan saja dari Papua Tengah tapi dari Tanah Papua, yang akan berlaga di Jawa, mulai Kick Off pada tanggal 30 Mei hingga dapat bertahan sampai partai final tanggal, 11 Juli 2026 nanti.
"Kepada seluruh masyarakat Paniai, Papua Tengah, dan Papua. Bahwa, kami sekarang Persipani tidak hanya mewakili Kabupaten Paniai atau Provinsi Papua Tengah saja. Karena, di Jawa itu pastinya mereka akan lihat itu pulau Papua besar. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan doa dari semua pihak di Papua," harap Eli Gobai.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

