[Tabloid Daerah], Dogiyai -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan jadwal pelaksaan Ujian Nasional bagi Sekolah Menegah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia secara serentak, selama kurang lebih lima hari, tanggal 20 - 25 April 2026.
Di Distrik Piyaye, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, SMP telah melaksanakan Ujian Nasional bukan sampai tanggal 25 April. Tetapi, sampai tanggal 23 April 2026 atau selama tiga hari.
Hal ini disampaikan Lambertus Magai, salah satu guru teladan yang aktif mengajar di distrik terpencil itu, Guru di SMP Negeri 1 Piyaye, bahwa mereka lebih cepat menyelesaikan Ujian Nasional dari jadwal Kemendikdasmen.
"Ujian Nasional SMP Negeri 1 Piyaye berjalan aman, lancar, dan sukses, selama tiga hari dari jadwal normal oleh Kemendikdasmen," ujar Magai kepada TribunPapuaTengah.com, melalui sambungan pesan WhatsApp, Kamis (23/4/2026), siang pukul 11.00 WIT.
Lambertus Magai kerap disapa Lamber menceritakan kondisi dan letak SMP Negri 1 Piyaye merupakan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia yang memiliki kualitas pembangunan, infrastruktur, perekonomian, dan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih rendah dibanding wilayah lain di Kabupaten Dogiyai.
Hal inilah menjadi alasan mengapa SMP Negri 1 lebih cepat jadwal ujian dikarenakan, siswa Kelas IX (kelas 3) yang diujiankan hanya dua siswa. Bahwasannya, apabila ada Kunjungan Kerja Bupati atau pun pejabat daerah pasti menggunakan transportasi udara tidak bisa jalan darat.
"Memang karena Distrik Piyaye merupakan daerah 3T maka, siswanya juga sedikit. Sehingga, dua siswa saja dan hanya butuh Waktu tiga hari dari mata pelajaran yang ujiankan," jelas Magai.
SMP Negri 1 Piyaiye merupakan salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, yang jauh dari pusat kota Kabupaten Dogiyai, Ibukota Moanemani.
Sampai di Distrik Piyaiye ditempuh dengan jarak yang harus melewati beberapa kampung antara lain, Bomomani, Abaimaida, Modio, Abouyaga, Tibaugi hingga sampai di distrik terisolir ini, Piyaiye. Letak SMP Negri 1 tepat di kota Distrik Piyaye.
Distrik Piyaiye ini terdiri dari delapan kampung antara lain, Kampung Apouwo, Kampung Yegeiyepa, Kampung Egipa, kampung Ideduwa, Kampung Tibaugi, Kampung Ukagu, Kampung Deneiode, Kampung Kegata.
Delapan kampung ini ada kampung yang memiliki Sekolah Dasar (SD) yang masih aktif ada juga yang tidak. Seperti, SD Negeri Deneiode, SD YPPK Apouwo, SD Negeri Yegeiyepa, SD YPPGI Kegata. Empat SD itu pun siswanya selalu turun ke kota untuk belajar di sana dengan berbagai alasan yang mereka miliki.
Lambertus Magai, alumni Pendidikan Tinggi di Universitas Cenderawasih Jayapura Papua, saat ini guru aktif di SMP Negri 1 memiliki tekad kuat yang sangat bersemangat mengubah kampungnya di Distrik Piyaye itu.
Ia mengajak seluruh orang tua yang ekonominya lemah bahwa dirinya siap menerima anak-anak mereka untuk dididik di SD dan SMP Negri 1.
"Saya sangat rindu untuk mengtransfer ilmu yang saya pelajari kepada mereka, anak-anak dan adik-adik saya," pintanya.
"Mata pelajaran yang diajarkan di kota dengan di pedalaman itu semua sama. Cuma di sini kami memiliki banyak kekurangan. Infrastruktur, Lab Komputer, IPA, Perumahan Guru, dan beberapa tenaga guru yang masih kekurangan. Walaupun ada tapi, mereka tidak mau melaksanakan tugas karena, jalan belum tembus, ini mungkin menjadi alasan Utama," tandasnya.
Magai menegaskan sesuai dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa, maka harus melaksanakan Ujian Nasonal meskipun dengan siswa yang paling sedikit.
"2 siswa yang kami laksanakan ujian, tetapi tidak membuat kami patah semagat. Yang jelas, sesuai dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa," tegasnya.
Sedikit inspiratif ini, mengajak kepada seluruh tenaga pengajar yang ada di Papua tetap melaksanakan tugas walapun jauh dari kota atau di 3T tetap semangat dan aktif.
"Kita menjalankan tugas mulia yang Tuhan berikan untuk memanusiakan manusia, agar kelak membawah perubahan di Tanah Papua lebih khusus kampung masing-masing," tutupnya.(*)
Penulis: LaMag
Editor: Kebagibui Deto

