Iklan

iklan

Sejarah di Dunia Sepak Bola Indonesia, Sosok Yampit Nawipa Bersama Tim Persipani Paniai Melaju ke Babak 32 Besar Liga 4 Nasional

Tabloid Daerah
6.06.2026 | 8:01:00 PM WIB Last Updated 2026-06-07T05:09:33Z
iklan
Yampit Nawipa saat selebrasi Gol Bunuh Diri Persika 1951 Karawang, ini mengantarkan klub berjulukan "Laskar Koteka dari Wissel Meren" berhasil mencuri tiga poin, dari Skor 1 - 0 dan menempatkan posisi pada Runner Up di Grup I, Sabtu (6/6/2026), sore pukul 18.00 waktu Papua.(Ist.) 


[Tabloid Daerah], Nabire -- Tim Persipani Paniai resmi mengamankan tiket babak 32 besar Putaran Nasional Liga 4 PSSI 2025/2026 usai melakoni laga krusial di Stadion Pandan Arang, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026) sore, yang ditandai aksi bersejarah Bupati Yampit Nawipa sebagai pemain aktif.
‎Senja di Stadion Pandan Arang tersebut, menjadi saksi bisu lahirnya sejarah baru dalam kancah persepakbolaan Indonesia.
‎Persipani Paniai memastikan langkahnya menuju babak 32 besar Liga 4 PSSI Piala Presiden musim 2025/2026.
‎Namun, sorotan kamera bukan hanya tertuju pada papan skor, melainkan pada sosok pria lincah dengan nomor punggung 10 di lapangan hijau.
‎Dia adalah Yampit Nawipa. Bukan sekadar pemain aktif di lini depan, Ia juga merupakan Bupati aktif Kabupaten Paniai.
‎Mengenakan jersey kombinasi biru dominan dan merah maron, Yampit menanggalkan setelan formalnya untuk berjibaku di lini depan sebagai pemain inti.
‎Kehadirannya mencatatkan rekor bukan hanya bupati termuda tapi juga, sebagai bupati pertama di Indonesia yang tampil aktif dalam kompetisi resmi kasta nasional.
‎Langkah Persipani menuju fase nasional ini bukanlah perkara mudah. Sebagai wakil dari pegunungan Papua Tengah, tim berjuluk Laskar Koteka dari Wissel Meren ini harus menaklukkan tantangan geografis yang ekstrem sebelum akhirnya menginjakkan kaki di tanah Jawa.
‎Semangat kebersamaan antara pejabat daerah dan talenta muda lokal terbukti menjadi energi tambahan yang tak terbendung.
‎Bagi masyarakat Paniai, Yampit Nawipa yang akrab disapa Bupati Womaki memang bukan orang asing di lapangan rumput.
‎Jauh sebelum menjabat, ia adalah atlet yang menghabiskan waktunya mengejar bola. Rekam jejaknya mentereng; ia pernah membawa timnya menjuarai Liga 3 Nusantara dan menyabet gelar pemain terbaik dua tahun berturut-turut pada 2022 dan 2023.
‎"Saya bermain bukan karena, ingin menonjolkan jabatan. Melainkan sebagai wujud kecintaan saya pada olahraga dan semangat untuk memotivasi anak-anak muda di Paniai agar rajin berolahraga serta menjauhi hal-hal negatif," ungkap Yampit dengan napas yang masih tersengal usai pertandingan.
‎"Saya sebelum jadi bupati, saya lebih dulu mengenal Sepak Bola. Jadi, merumput bersama Persipani Paniai adalah sekaligus mengajak generasi muda untuk menekuni olahraga yang diminiati masing-masing, fokus, dan disiplin," tambah Womaki.
‎Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, Deinas Geley, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian langka ini.
‎Menurut Deinas Geley yang juga sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, keberhasilan Persipani adalah bukti bahwa keterbatasan akses tidak menghalangi prestasi jika kepemimpinan memberikan teladan nyata di lapangan.
‎"Ini adalah sejarah yang membanggakan. Persipani Paniai telah membuktikan bahwa tim dari daerah terpencil pun bisa bersaing di tingkat nasional. Dan, keikutsertaan Bapak Bupati sebagai pemain memberikan pesan kuat bahwa sepak bola adalah milik semua orang," tegas Deinas.
‎Kini, Persipani Paniai bersiap menatap babak 32 besar yang dipastikan bakal lebih sengit.
‎Bagi publik Paniai, Papua Tengah, kemenangan ini bukan sekadar urusan taktik dan teknik, melainkan simbol persatuan dan kebangkitan harga diri daerah di panggung nasional.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sejarah di Dunia Sepak Bola Indonesia, Sosok Yampit Nawipa Bersama Tim Persipani Paniai Melaju ke Babak 32 Besar Liga 4 Nasional
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan