[Tabloid Daerah], Nabire -- Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong pengusaha muda Papua Tengah untuk aktif berkolaborasi dengan KADIN dan HIPMI mewujudkan visi pembangunan daerah, menegaskan anak negeri harus berani mengambil peluang ekonomi.
Pertemuan penting di Café Resto Jakarta yang berlokasi di Jalan Jakarta, Kalisusu, Nabire, Papua Tengah, Rabu (25/2/2026), siang pukul 13.00 Waktu Papua, bukan sekadar ramah tamah biasa.
Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Tengah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Tengah bersepakat mengukuhkan komitmen.
Mereka siap bersinergi, mewujudkan visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur Papua Tengah. Ini panggilan membangun tanah sendiri.
Wagub Deinas Geley, hadir langsung dalam talkshow tersebut. Suaranya lantang. Ia mendesak para pengusaha muda Papua Tengah untuk tidak lagi hanya menjadi penonton.
“Papua Tengah ini harus dibangun oleh anak-anak negeri sendiri. Kalau kita hanya diam, ekonomi tidak akan bergerak dan peluang akan diambil oleh orang lain,” tegas Wagub Deinas Geley. Sebuah sindiran keras, sebuah seruan nyata.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, kata Deinas, sejak awal memang telah meletakkan fondasi pembangunan yang berpihak pada orang asli Papua. Fokusnya jelas: menyiapkan sumber daya manusia lokal. Agar mereka mampu membangun daerahnya sendiri.
Deinas menilai, KADIN Papua Tengah memegang peran kunci sebagai motor penggerak ekonomi. Organisasi ini diharapkan bisa menjangkau lebih jauh.
“KADIN diharapkan tidak hanya bergerak di tingkat provinsi dan kabupaten, tetapi juga menjangkau distrik hingga desa, agar potensi ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman dapat dihimpun dan dikembangkan secara merata,” jelasnya, merujuk pada potensi-potensi terpendam di pelosok.
Selama ini, banyak masyarakat Papua memang kerap tersisih. Minim keberanian, minim ruang untuk terlibat. Namun, dengan hadirnya provinsi baru, momentum telah tiba. Saatnya anak-anak daerah mengambil peran lebih besar. Menjadi pengusaha, menjadi pelaku ekonomi kreatif.
Ajakan serupa juga diarahkan pada mahasiswa dan para lulusan perguruan tinggi. Jangan terpaku pada mimpi menjadi pegawai negeri. Dunia usaha menanti.
“Kalau ketua-ketua organisasi dan anak-anak muda hanya lipat tangan, mau bicara sebanyak apa pun, ekonomi tidak akan jalan. Kuncinya ada pada keberanian untuk bergerak,” pinta Geley.
Ia percaya, kolaborasi antara pengusaha lokal, organisasi, dan pihak luar memang krusial. Namun, inisiatif dan keberanian mutlak datang dari anak-anak Papua Tengah sendiri. Barulah pembangunan ekonomi ini benar-benar berpihak pada masyarakat di akar rumput.
“Kalau kita sadar dan mau bergerak, ekonomi ini pasti hidup. Tapi kalau tidak ada kesadaran dan kemauan, maka kekayaan daerah ini akan dibawa pergi orang lain,” ujarnya, menutup perbincangan dengan sebuah peringatan sekaligus harapan. Masa depan ekonomi ada di tangan mereka.(*)
Penulis: Amatenay Douw
Editor: Kebagibui Deto
Editor: Kebagibui Deto

