![]() |
| Sosok unik Yampit Nawipa, Kepala Daerah dan Pemain Aktif Liga 4 PSSI Piala Presiden 2026, Kamis (28/5/2026). (Ist.) |
[Tabloid Daerah], Paniai -- Bupati Paniai, Yampit Nawipa meminta seluruh pendukung tim masing-masing negara di daerahnya untuk menjaga ketertiban masyarakat selama perhelatan Piala Dunia 2026 demi terciptanya suasana aman.
Gelombang euforia Piala Dunia (Pildu) 2026 yang akan bergulir pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang mulai terasa di Papua Tengah, Paniai.
Namun, bagi Yampit Nawipa, Bupati Kabupaten Paniai yang akrab disapa Womaki, pesta bola ini bukan sekadar urusan skor di papan digital, melainkan ujian kedewasaan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Melalui sambungan telepon, pada Kamis (28/5/2026) siang, sang Kepala Daerah yang juga pemain aktif Persipani Paniai ini mengingatkan agar pawai atau konvoi pendukung tidak berubah menjadi anarki.
Womaki ingin Paniai tetap sejuk meski tensi persaingan di lapangan hijau memanas.
Baginya, menjadi pendukung yang fanatik adalah hak, namun menjaga ketertiban adalah kewajiban bersama.
"Kalau mau pawai, para pendukung masing-masing negara di Piala Dunia, konvoi adalah hal wajar, yang penting jaga keamanan dan ketertiban bersama," kata Bupati Womaki.
"Kita semua pasti punya idola pemain dan negara, dan kita harus tertib. Tunjukkan kalua kita adalah pendukung yang tidak bikin kacau. Tetapi, bersama-sama jaga kemanan, tidak saling menganggu secara ujaran ejekan dan kontak fisik," tandasnya.
Sosok Womaki memang unik. Di satu sisi, ia adalah orang nomor satu di Paniai yang memegang kendali pemerintahan. Di sisi lain, ia adalah striker yang membawa timnya, 'Laskar Koteka dari Wissel Meren', lolos ke Liga 4 Piala Presiden.
Pengalaman di lapangan hijau inilah yang membuatnya paham betul betapa emosi penonton bisa meluap.
Prediksinya untuk turnamen kali ini cukup tajam.
Womaki sangat yakin antara Sadio Mane yang baru pulih dari cedera atau Kylian Mbappe yang masih tajam akan menyabet gelar pemain terbaik atau top skor dunia.
"Sadio Mane sudah pulih dari cedera, Mbappe masih tajam, salah satu dari mereka akan menjadi top skor atau pemain terbaik dunia nanti," ujarnya.
"Kedua Tim, France dan Senegal satu grup, di Grup I, kedua negara ini akan lolos ke babak selanjutnya, Juara Grup dan Runner Up. Dan, bisa jadi mereka akan bertemu lagi di Final, atau salah satunya pasti akan masuk final," tambah satu-satunya Kepala Daerah di Indonesia yang aktif bermain di Putaran Nasional Liga 4 PSSI Piala Presiden musim 2025/2026.
Lebih jauh, Bupati berjulukan 'anak muda gerak cepat' ini menekankan agar momen Piala Dunia tidak dinodai oleh penyakit masyarakat.
Ia secara tegas mengharamkan peredaran minuman keras, judi roleks, hingga judi togel di Paniai selama turnamen berlangsung.
"Saya harap semua pihak tetap saling mendukung untuk tidak menjual miras dan konsumsi miras, serta stop judi. Anak muda harus sehat, berinovasi, dan berkarya, pasti pemda akan lihat," harapnya.
Anak muda Paniai diminta tetap sehat dan produktif.
Womaki melihat peluang besar di balik riuhnya nonton bareng (nobar).
Ia mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP) dan muda-mudi setempat untuk menyulap titik-titik nobar menjadi panggung ekonomi.
Menjual komoditas lokal seperti kopi atau hasil bumi yang telah diolah di sela-sela pertandingan menurutnya adalah cara cerdas merayakan Piala Dunia.
"Saya mau, anak-anak muda harus manfaatkan momen piala dunia menjadi panggung bagi pelaku usaha untuk bisa mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui nobar," tutup Womaki.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

