[Tabloid Daerah], Nabire -- Ruang kelas Sekolah Dasar (SD) YPPGI Enarotali yang berlokasi di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (28/2/2026) siang, tak diisi riuh canda anak-anak, melainkan gelak tawa para sesepuh.
Di sinilah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Paniai menggelar Amal Kasih Lansia Paniai, sebuah inisiatif mulia yang menghadirkan senyum dan harapan bagi sekitar 50-an warga lanjut usia (lansia).
Ini bukan sekadar acara seremonial biasa. TP PKK Paniai membuktikan komitmennya dengan menyalurkan bantuan sembako, ditambah satu rak telur untuk setiap lansia.
Sebuah gestur tulus, menjadi jembatan cinta kasih agar para orang tua di sana merasakan sentuhan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai di usia senja mereka.
Kehadiran program seperti bantuan sembako lansia ini, terang Ketua Umum TP PKK, Ny. Mince Yampit Nawipa, adalah bukti nyata kepemimpinan Bupati Yampit Nawipa dan Wakil Bupati Ham Yogi.
Menurut Ketum TP PKK, Bupati dan Wabup Paniai tak main-main bahwa pemerintah berjuang keras membantu masyarakat keluar dari jeratan kesulitan. Usaha itu, dimulai dari akar rumput, dari kampung-kampung pelosok. Kesejahteraan lansia Paniai menjadi salah satu fokus utama yang tak bisa ditawar.
Antusiasme para lansia tak bisa disembunyikan. Wajah-wajah keriput itu memancarkan kebahagiaan, seolah usia kembali muda.
Salah satu mama lansia, Rut Gobai sembari menemani teman-temannya, tak henti mengucapkan terima kasih.
Ia merasa rekan-rekan sebayanya kembali bersemangat, sebuah energi baru yang mengalir deras.
Inilah sentuhan Pemerintah Paniai untuk lansia yang diharapkan, bukan hanya formalitas, tapi denyut semangat.
"Puji Tuhan, untuk kali ini bahwa kita bagikan yang ada ini. Dan, ke depannya tidak menutup kemungkinan kalau akan bertambah dan itu harapannya agar semua lansia di wilayah kabupaten Paniai tersentuh," ujar Ny. Mince Nawipa, penuh harap.
Hadir pula dalam acara yang penuh makna ini Wakil Ketua (Waket) TP PKK, Ny. Marike K. Ham Yogi, bersama jajaran. Bersama-sama, mereka menyaksikan langsung bagaimana sebuah uluran tangan sederhana mampu menorehkan jejak kebahagiaan mendalam.
Inilah Sebuah pengingat bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang paling fasih.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

