Iklan

iklan

Ketua Sinode KINGMI Papua Terpilih: Ini 6 Pernyataan Sikap Gereja

Tabloid Daerah
11.07.2021 | 11:39:00 PM WIB Last Updated 2021-12-05T15:06:47Z
iklan
Foto: Ruangan Konferensi Sinode Gereja KINGMI Papua, Mimika/redaksi

TaDahnews.com, Mimika
-- Konferensi Sinode KINGMI di Tanah Papua, mulai 1 - 6 November 2021, untuk mengaplikasikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), peraturan-peraturan gereja, selama kebijakan organisasi ke depan, sebagai gereja yang berfokus mewujudkan Papua; Damai, Sejahtera, dan meneruskan obor penginjilan dan pendidikan maka KINGMI menyatakan pokok iman Kristen.


Dalam pidato perdana Pendeta Tilas Mom menyampaikan sekaligus dalam pernyataan sikap usai dilantik sebagai Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua 2021-2026, yang menggantikan Pendeta Benny Giyai setelah terpilih pada Konferensi XI 1-6 November 2021 di Timika, Kabupaten Mimika.


Ini 6 Sikap Ketua Sinode Gereja KINGMI Periode 2021-2026:

1. Kami dalam situasi konflik di Tanah Papua, menyelenggarakan Konferensi Sinode ke-XI dan dikunjungi Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama dan Dirjen Otda, Kementerian Dalam negeri. Maka kami sampaikan terima kasih karena Gereja Kemah Injil di Tanah Papua, sudah diakui sebagai salah satu sinode di dalam Republik Indonesia, sekaligus Dirjen Bimas Kristen berjanji akan didaftarkan di Kementerian Agama RI di Jakarta, sebagai sebuah sinode dan akan mengeluarkan izin operasional di Provinsi Papua Barat.


2. Kami mendesak segala upaya yang berhubungan dengan kekerasan, pelanggaran HAM selama 60 tahun lebih sampai hari ini belum ada upaya agar mencarikan penyelesaian melalui dialog atau perundingan-perundingan.


3. Kami menolak adanya pemberlakuan Daerah Otonom Baru (DOB) pemekaran kabupaten dan provinsi sebab akan mengganggu eksistensi orang asli Papua (OAP).


4. Kami mendesak menyelesaikan masalah warga jemaat kami, yang sedang mengungsi akibat adanya kontak senjata antara TNI/Polri vs TPNPB-OPM, seperti di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, Kiwirok, Pegunungan Bintang, Puncak dan daerah lainnya di seluruh Tanah Papua.


5. Kami menghargai segala upaya penyelesaian konflik secara damai antara TNI/Polri dan TPNPB-PN melalui mekanisme dialog atau perundingan yang demokrasi dalam semangat menghargai harkat dan martabat manusia di Tanah Papua.


6. Kami menolak adanya upaya yang dilakukan terhadap segala bentuk ilegal loging, ilegal fishing, ilegal mining dan segala bentuk surat izin investasi, seperti surat izin Wabu, Intan Jaya dan surat izin kelapa sawit, karena mengganggu ketenteraman warga gereja.


Saat membacakan surat pernyataan sikap Ketua Sinode KINGMI, Pendeta Tilas Mom didampingi Pendeta Benny Giay dan Presiden GIDI Pendeta Dorman Wandikbo sebagai tanda bahwa dirinya dalam memimpin Sinode KINGMI lima tahun ke depan tidak bisa jalan sendiri butuh dukungan semua pihak.


Ia lantas memanggil Pendeta Benny Giay dan Presiden GIDI, untuk membantu kerja 5 tahun ke depan.


Admin

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua Sinode KINGMI Papua Terpilih: Ini 6 Pernyataan Sikap Gereja

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan