![]() |
| KNPB Wilayah Meepago usai bagi selabaran aksi demo damai, Rabu (12/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua. (TaDahnews-JohnDogopia) |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Meepago menyerukan aksi demonstrasi damai nasional pada 15 Agustus 2026 di Nabire guna memprotes New York Agreement serta menyoroti krisis kemanusiaan di Tanah Papua.
Hal ini, disampaikan KNPB Wilayah Meepago yang mencakup KNPB Nabire, Mapiha, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya, usai membagikan selebaran di Pasar Karang Nabire, Rabu (12/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua, kepada TaDahnews.com.
Aksi demo damai nanti itu, mengusung tema, 'Papua Zona Darurat Militer dan Krisis Kemanusian'.
Koordinator lapangan (Korlap) umum, Maikel Pekei mengimbau kepada rakyat Papua khususnya di Wilayah Meepago untuk bersiap-siap turun aksi demo peringati, 15 Agustus memprotes 'New York Agreement'.
"Kepada seluruh elemen masyarakat, rakyat Papua di wilayah Meepago bahwa bersama kami [KNPB] siapkan diri turun ke jalan memprotes 'New York Agreement' yang di sepakati oleh sepihak antara Indonesia, Belanda, dan Amerika, tanpa keterlibatan orang Papua," jelas Maikel.
KNPB meminta agar aktivitas masyarakat dan pemerintahan diliburkan, termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM), hanya untuk satu hari saat aksi demo damai tersebut.
"Kami mohon agar seluruh aktivitas masyarakat, pemerintahan, dan persekolahan, diliburkan untuk ikut berpartisipasi dalam aksi nasional," pintanya.
Pada kesempatan itu, Penanggungjawab aksi demo damai, Ando Douw dan Kris Mote meminta kepada pihak keamanan, dalam hal ini Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi demo tersebut nanti.
Pasalnya, sesuai dengan aturan yang berlaku, 3 x 24 Jam, pihaknya telah mengantarkan Surat Pemberitahuan Aksi Demo Damai tersebut ke Polres Nabire dan sudah diterima pihak kepolisian.
"Pada kesempatan ini, kami [KNPB] Wilayah Meepago meminta agar pak Kapolres bisa mengarahkan keamanan untuk mengawal aksi, bekerjasama dengan keamanan dari kami [panitia aksi], saat demo damai berlangsung agar terarah dan berjalan aman," pinta Ando Douw didampingi Kris Mote.
"Karena, kami telah memberikan Surat Pemberitahuan aksi sesuai aturan hukum yang berlaku 3x24 jam, dan itu telah diterima kepolisian Nabire agar menjadi atensi bersama bahwa aksi kami damai dan bermartabat," imbuhnya.
KNPB Meepago menegaskan bawah dalam aksi nanti dilarang membawa alat tajam, dan tidak boleh mengikuti aksi demo damai dalam keadaan mengonsumsi minuman keras.
"Seluruh akar rumput rakyat bangsa Papua yang akan mengikuti aksi demo damai bahwa tidak boleh gerakan tambahan," tegas Kris.
"Yang nanti minum-minuman beralkohol, dan membawa alat tajam, agar tidak boleh bergabung pada jalannya aksi demo damai, dan segera pulang doakan jalannya aksi agar berjalan aman dan damai," tandasnya.
Pada pesan penutup, KNPB berharap agar pada aksi demo damai nanti semua massa terkoordinir pada panitia aksi.(*)
Editor: Kebagibui Deto

