[Tabloid Daerah], Nabire -- Freny Anouw terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Papua Tengah dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) FORKI Papua Tengah periode 2026 - 2030.
Musprovlub tersebut digelar di Aula Kantor Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Nabire, yang berlokasi di Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Rabu (5/8/2026), siang pukul 13.00 waktu Papua.
Dalam wawancara TaDahnews.com, Ketua Pimpinan Sidang Musprovlub, Martinus Anouw menjelaskan sebelumnya ada dua calon kandidat ketua Forki Papua Tengah.
Syarifudin dari perguruan Inkado sebagai calon kandidat pertama. Dan, Freny Anouw pemerhati Cabang Olahraga Karate-do Indonesia sebagai calon kandidat kedua.
Namun, calon kandidat nomor urut pertama, Syarifudin kerap disapa Simpai Fudin telah menyatakan mengundurkan diri maka, otomatis hanya menyisahkan calon kandidat kedua, yaitu, Freny Anouw.
"Pada proses pemilihan, hanya terdapat calon tunggal, yaitu, Freny Anouw sebagai pemerhati Cabang Olahraga Karate-do di Papua juga, maka beliau terpilih secara aklmasi," jelas Ketua Pimpinan sidang.
Selain itu, Ketua Pimpinan sidang juga menjelaskan alasan pengunduran diri Simpai Fudin dikarenakan, banyak kesibukan yang beliau jalani.
"Alasan pengunduran diri, Simpai Fudin telah sampaikan bahwa beliau ada banyak kesibukan dan percaya kepada Freny Anouw untuk memimpin Forki Papua Tengah secara bersama-sama dari semua perguruan yang ada di Papua Tengah," lanjut Martinus.
Pantauan TaDahnews.com, saat momen pemaparan Visi-Misi dan Program Kerja, Calon Kandidat Syarifudin menyatakan undur diri dan siap mendukung kerja-kerja ketua terpilih Freny Anouw.
"Saya percaya, Freny Anouw sebagai Ketua Forki Papua Tengah mempunyai sinergitas koneksi baik ke KONI dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam hal ini Gubernur dan Wagub, maka sudah pasti akan membawa Forki yang di dalamnya ada keguruan-keguruan untuk terus membawa anak-anak, adik-adik didik lebi baik lagi ke depan," paparan Simpai Fudin.
Pada kesempatan itu pula, Freny Anouw ingin kembalikan kejayaan olahraga beladiri ini di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah, melalui pembinaan atlet dari setiap perguruan-perguruan yang telah menjadi bagian FORKI Papua Tengah.
“Untuk pembinaan kita akan tingkatkan di tiap perguruan. Sementara, di perguruan yang hanya ada nama, maka segera bergabung di keguruan yang telah ada secara lengkap,"
Freny menyadari bahwa pentingnya mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di dua provinsi utama yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“PON kemarin kita Karate-Do Indonesia di Papua Tengah belum terlibat sebagai peserta. Namun, untuk PON XXII 2028 nanti, saya yakin, kita akan mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah dengan menargetkan medali emas," jelas Ketua Forki Papua Tengah terpilih.
Oleh sebab itu, dia merencanakan untuk pengembangan olahraga karate lebih difokuskan kepada pembinaan usia dini maupun kalangan pelajar di sekolah melalui masing-masing keguruan.
“Kita optimis bahwa olahraga beladiri ini tentu harus banyak di sosialisasikan untuk menarik anak-anak muda usia dini, pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum yang memiliki minat dan bakat untuk pengembangan olahraga menuju prestasi gemilang di tahun-tahun mendatang,” harapnya.
Freny juga mengungkapkan akan fokus menghidupkan kembali kepengurusan cabang di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah.
Baginya, melalui pengurus cabang akan lebih mudah dan semua ikut turut bekerja sama untuk mengambil dan mengorbitkan atlet-atlet juara di tingkat provinsi dan akan mewakili ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami akan hidupkan pengurus cabang. Karena, merekalah yang memunyai atlit di masing-masing keguruan. Karena, roh dari olahraga itu sendiri adalah prestasi dan tidak ada olahraga tanpa prestasi dan sebaliknya tidak ada prestasi tanpa organisasi,” pungkas Freny.
Ketua terpilih pun berharap kepengurusan cabang di kabupaten dan masing-masing keguruan terus melakukan komunikasi aktif untuk kemajuan Forki Papua Tengah.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

