Iklan

iklan

Video Usang Yang Dipaksakan, Freny Anouw: Masyarakat Papua Tengah Bijak Sikapi Hoaks di Medsos

Tabloid Daerah
7.06.2026 | 1:16:00 PM WIB Last Updated 2026-07-06T17:06:02Z
iklan
Freny Anouw, Senin (6/7/2026), saat ditemui di Kantor KPA, yang berlokasi di Jalan Mandala, Kelurahan Bumiwonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.(TaDahnews)


[Tabloid Daerah], Nabire -- Intelektual Papua Tengah, Freny Anouw, memperingatkan warga agar tidak terhasut oleh penyebaran kembali video lama Gubernur Papua Tengah yang sengaja digulirkan oknum tertentu demi menjatuhkan kredibilitas pimpinan daerah, Senin (6/7/2026).

Pada percakapan digital media sosail (medsos), di balik layar WhatsApp dan Facebook, potongan video lama yang melibatkan Gubernur Papua Tengah mendadak 'hidup' kembali, memicu gelombang tanya di tengah masyarakat.

Freny Anouw, Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Papua Tengah, mencium aroma busuk di balik fenomena ini.

Freny menegaskan bahwa kemunculan video usang tersebut bukanlah kebetulan.

Baginya, ini adalah gerakan sistematis bermotif politik untuk menggerus reputasi kepala daerah.

"Itu video lama. Untuk itu, kepada masyarakat jangan menanggapi video-video tersebut. Ini ulah lawan politik yang sakit hati dan sengaja menyebarkannya dengan tujuan mengganggu reputasi Gubernur Papua Tengah," tegasnya saat ditemui di Kantor KPA, yang berlokasi di Jalan Mandala, Kelurahan Bumiwonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Tidak hanya soal video, Freny menyoroti fenomena 'cuci tangan' yang kerap terjadi dalam tata kelola keamanan.

Ia menilai ada kecenderungan tidak sehat di mana setiap riak konflik di tingkat kabupaten langsung dilemparkan sebagai kegagalan gubernur.

Padahal, secara administratif, setiap bupati memiliki otoritas dan tanggung jawab mutlak atas wilayahnya sendiri. Sebab, melempar semua beban ke pundak provinsi dianggap sebagai bentuk pelarian tanggung jawab.

Kritik pedas juga dialamatkan Freny kepada para legislator di tingkat kabupaten yang tidak sejalan dengan legislator tingkat provinsi daerah pemilihan (Dapil) masing-masing kabupaten.

Di saat konflik bersenjata berkepanjangan menghimpit warga sipil, suara dari gedung DPRK justru terdengar sunyi.

Ia menyayangkan minimnya inisiatif nyata dari para wakil rakyat untuk memperjuangkan resolusi konflik di akar rumput.

"Kalau semua mau menyalahkan gubernur, terus gunanya mereka yang di kabupaten apa? Semua itu ada aturannya, tidak semena-mena begitu saja," ujarnya dengan nada getir.

Namun, di tengah kritik tersebut, Freny memberikan apresiasi pada langkah taktis Bupati Puncak.

Menurutnya, respons cepat sang bupati yang langsung menemui Menteri HAM pasca-insiden penembakan adalah contoh kepemimpinan yang dewasa.

Tanpa perlu berpolemik di media, tindakan tersebut dianggap lebih efektif dalam menyelesaikan masalah riil di lapangan.

Menutup pembicaraan, Freny mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk intelektual di Papua Tengah untuk berhenti memproduksi narasi yang menyudutkan personal hanya demi syahwat politik jangka pendek.

Fokus utama saat ini seharusnya adalah memperkuat fondasi provinsi baru agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.

"Mari kita bersatu membangun fondasi provinsi baru ini demi kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Video Usang Yang Dipaksakan, Freny Anouw: Masyarakat Papua Tengah Bijak Sikapi Hoaks di Medsos
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan