Iklan

iklan

Respon Cepat Dinkes Papua Tengah: Kirim Tim Investigasi Kasus Campak ke Distrik Mapia Tengah

Tabloid Daerah
7.17.2026 | 10:00:00 PM WIB Last Updated 2026-07-17T18:08:33Z
iklan
Dipimpin langsung Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, atas arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chan, tim provinsi berkolaborasi dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai yang terdiri dari dr. Nila, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Yulita Keiya, serta tenaga kesehatan Noak Boma, Selpian Pigai, Berta Keiya, bersama petugas Puskesmas Modio, di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Jumat (17/7/2026).(Ist.)


[Tabloid Daerah], Nabire -- Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menerjunkan tim investigasi ke Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Jumat (17/7/2026), guna memvalidasi dugaan kasus campak dan mencegah potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kabupaten Dogiyai mendadak jadi atensi, dari laporan adanya dugaan sebaran virus campak di Kampung Modio membuat otoritas kesehatan tak mau ambil risiko.

Bergerak cepat, tim investigasi epidemiologi dari Provinsi Papua Tengah langsung merapat ke titik lokasi pada Jumat sore untuk melakukan pendampingan teknis sekaligus penyelidikan mendalam.

Dipimpin Yohanes Kayame, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, tim ini membawa misi tunggal, memastikan setiap data bukan sekadar rumor.

Mereka menyusuri Distrik Mapia Tengah, bekerja bahu-membahu dengan dr. Nila, Yulita Keiya, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.

Tidak sekadar mencatat, petugas mengambil sampel medis, mengecek status imunisasi, dan menelusuri riwayat kontak setiap anak yang dilaporkan sakit sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

Perjalanan ini tidak selalu mulus, di beberapa titik, tim sempat tertahan.

Ada duka yang masih basah dari keluarga yang baru saja kehilangan buah hati, memicu penolakan terhadap proses investigasi.

Namun, pendekatan medis tak digerakkan secara kaku, melalui dialog yang menyentuh hati dan bantuan tokoh adat, serta pemerintah kampung, tim berhasil menjelaskan bahwa langkah ini penting agar tidak ada lagi nyawa yang jatuh.

"Pembentukan tim ini adalah wujud komitmen nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini. Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB)," tegas Yohanes Kayame menyampaikan arahan Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Agus Chan.

Petugas di lapangan juga gencar mengedukasi warga tentang bahaya ruam merah dan demam tinggi.

Pesannya sederhana namun krusial, jangan panik. Tetapi, tetap waspada.

Penyelidikan ini sekaligus menjadi ajang penguatan kapasitas bagi petugas di tingkat puskesmas agar lebih mandiri dan responsif menghadapi ancaman penyakit menular di masa depan.

Langkah ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, Yohanes menekankan bahwa perlindungan paling efektif hanyalah melalui imunisasi yang lengkap.

Dengan kolaborasi yang kokoh hingga ke pelosok wilayah, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Papua Tengah semakin terlindungi dari ancaman wabah yang sebenarnya bisa dicegah.(*)



Penulis: Rils
Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Respon Cepat Dinkes Papua Tengah: Kirim Tim Investigasi Kasus Campak ke Distrik Mapia Tengah
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan