![]() |
| Manajer Persipani Paniai, Thimo Eliezer Gobai (Kanan-Baju Hitam) bersama Kapten Tim Persipani Paniai, Karel Gobai (Kiri-Baju Singlet), Selasa (26/5/2026).(Ist.) |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Manajer Persipani Paniai, Thimo Eliezer Gobai, mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Paniai menjelang Kick Off 30 Mei 2026 putaran nasional Liga 4 PSSI Piala Presiden Musim 2025/2026.
Langkah Persipani Paniai di kancah nasional bukan sekadar urusan menendang si kulit bundar.
Bagi Thimo Eliezer Gobai, manajer termuda di kasta Liga 4 Nasional saat ini, keberangkatan timnya ke Boyolali, Jawa Tengah adalah bukan hanya membawa marwah masyarakat Paniai, Papua Tengah tapi juga Papua.
Melalui sambungan pesan telepon, pada Selasa (26/5/2026), sosok yang akrab disapa Eli Gobai ini tak kuasa menyembunyikan rasa syukur atas dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati (Wabup), serta Ketua KONI Paniai.
Kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah (Pemda) merupakan energik kuat bagi skuad berjuluk Laskar Koteka dari Wissel Meren ini.
Eli menegaskan bahwa timnya tidak datang ke Boyolali hanya sebagai pelengkap turnamen. Ada tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan daerah dan harga diri Papua di setiap jengkal rumput Stadion Kebogiro Boyolali nanti.
Persiapan matang telah dilakukan demi menjawab ekspektasi tinggi publik Paniai yang merindukan prestasi di level nasional.
Berdasarkan hasil undian, Persipani akan menghuni Grup I.
Mereka bakal beradu taktik dengan tuan rumah Persebi Boyolali, serta dua wakil Jawa Barat, yakni Persika 1951 Karawang dan Persindra Indramayu.
Persaingan di grup ini diprediksi sengit, mengingat lawan-lawan yang dihadapi memiliki basis suporter fanatik dan tradisi sepak bola yang kuat. Namun, Eli optimistis determinasi anak-anak Papua, Persipani Paniai akan menjadi pembeda.
Menjelang kick-off perdana pada 30 Mei mendatang, manajemen berharap seluruh masyarakat Papua, khususnya di Paniai, Provinsi Papua Tengah, menyatukan doa bagi perjuangan tim.
Eli percaya, energi dari doa-doa tersebut akan mengalir sampai ke partai final yang dijadwalkan pada 11 Juli 2026.
Perjalanan panjang ini diharapkan tidak hanya berakhir dengan kemenangan di lapangan, tetapi juga menjadi bukti bahwa talenta muda dari tanah Papua mampu bersaing di panggung tertinggi nusantara.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

