[Tabloid Daerah], Dogiyai -- Bupati Dogiyai Yudas Tebai menegaskan dukungan penuh terhadap proses hukum tanpa intervensi guna mengungkap pelaku pembunuhan Bripda Juventus Edowai dalam rapat klarifikasi di Polres Dogiyai, Kamis (9/4/2026) siang.
Ruang rapat Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai di Moanemani, Distrik Kamuu, menjadi saksi bisu upaya pencarian keadilan pada Kamis siang.
Di sana, Bupati Dogiyai Yudas Tebai duduk bersama perwakilan Polda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini dan Wakil Bupati Yuliten Anouw untuk membedah tabir gelap kematian Bripda Juventus Edowai (JE).
Kehadiran Tebai bukan sekadar formalitas pejabat daerah. Ia datang membawa mandat kegelisahan warga pasca-peristiwa berdarah 31 Maret 2026 yang sempat memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Berakibat pada delapan warga sipil ditembak aparat pasca gabungan TNI-Polri melakukan Operasi Balas Dendam hingga melakukan penyisiran terhadap masyarakat sipil.
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri tokoh pemuda dan Bamuskam se-Dogiyai itu, Tebai menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai berdiri tegak di belakang penegakan hukum.
"Tidak ada intervensi, tidak ada perlindungan bagi pelaku, dan tidak ada upaya menutup-nutupi fakta, siapa pun pelakunya," tegas Tebai di depan forum.
Ia menginginkan kronologi yang jernih dan motif yang terang benderang agar keluarga korban mendapatkan kepastian hukum yang layak.
Bagi Tebai, jika pelaku sudah teridentifikasi, maka jeruji besi dan meja hijau adalah konsekuensi yang tidak bisa ditawar.
Namun, suara Tebai tidak hanya tertuju pada satu sisi. Ia juga menangkap keresahan warga sipil di lapangan.
Di tengah proses pengejaran pelaku, sang Bupati meminta aparat keamanan untuk menghentikan pendekatan operasi yang dinilai berlebihan terhadap masyarakat.
Ia tidak ingin penegakan hukum justru melahirkan luka baru bagi warga yang tidak bersalah.
Keadilan yang ia tuntut bersifat menyeluruh. Sembari mengawal kasus Bripda JE, Tebai mendorong kepolisian mengusut tuntas dugaan pelanggaran oleh aparat terhadap warga sipil selama rangkaian peristiwa ini berlangsung.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memulihkan situasi keamanan di Dogiyai yang sempat goyah, sekaligus membuktikan bahwa hukum di tanah Papua masih memiliki taji yang adil bagi semua pihak.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

