[Tabloid Daerah], Nabire -- Enam dari tujuh tim telah mendaftar Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah 2025-2026, mendorong Panitia Pelaksana memperpanjang batas pendaftaran hingga 23 Februari 2026, malam pukul 23.59 waktu Papua.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Alfred Fredy Anouw, sembari mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran bagi tim peserta Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah 2025-2026.
Saat ditemui awak media, di Kafe Tentang Kopi yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata, Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (20/2/2026) siang.
Alfred menyatakan pendaftaran yang semula ditutup hari itu, kini diberi napas lebih panjang hingga pada hari Senin, 23 Februari 2026, malam pukul 23.59 waktu Papua.
Tentunya sebuah kabar baik, terutama bagi tim yang masih berjibaku dengan birokrasi atau tantangan medan.
“Tahapan pendaftaran sudah kami buka sejak 14 Februari dan berakhir hari ini, 21 Februari 2026. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan medan yang sulit di beberapa daerah maka, kami memberikan perpanjangan hingga 23 Februari 2026,” ujar Alfred.
Keputusan ini menunjukkan pemahaman mendalam Panpel akan realitas lapangan di Tanah Papua.
Kompetisi resmi di bawah payung Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini sendiri dijadwalkan, dibuka meriah pada 8 Maret 2026.
Stadion Wania Imipi jadi tempat berlaganya liga ini, yang berlokasi di SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menjadi tuan rumah pelaksana iven bergengsi ini. Mimika siap menyambut pesta sepak bola regional.
Hingga wawancara berlangsung, sekitar pukul 15.00 sore waktu Papua, enam tim sudah memastikan diri sebagai peserta.
Mereka adalah Persidei (Kabupaten Deiyai), Persipani (Kabupaten Paniai), Persintan (Kabupaten Intan Jaya), Persipuncak Cartenz (Kabupaten Puncak), Persemi Mimika, dan Persido (Kabupaten Dogiyai). Satu slot tersisa? Persipuja (Kabupaten Puncak Jaya) dijadwalkan baru menuntaskan pendaftaran pada Minggu, 22 Februari 2026. Tinggal satu nama lagi untuk melengkapi kuota.
Alfred menjelaskan, kuota tujuh tim ini sudah sesuai betul dengan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang dikeluarkan PSSI Pusat. Keputusan ini bukan tanpa alasan.
“Sebenarnya bisa dibuka untuk umum. Namun, panitia memprioritaskan perwakilan masing-masing kabupaten agar anak-anak muda di setiap daerah dapat menunjukkan talentanya, bisa bermain hingga Liga 2 dan Liga 1,” jelasnya. Sebuah visi pembinaan talenta lokal yang patut diacungi jempol.
Lantas, mengapa tim dari Kabupaten Nabire tak tampak dalam daftar peserta? Alfred punya jawaban gamblang. Persinab, klub kebanggaan Nabire, saat ini sudah berlaga di level yang lebih tinggi. Jadi, absennya mereka bukan karena tak mampu, melainkan karena sudah naik kelas.
Pada pesan penutupnya, Alfred menitipkan satu hal penting bahwa setiap tim peserta dari tujuh kabupaten diwajibkan memiliki akun resmi Instagram.
Bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan langkah cerdas untuk manajemen media sosial.
“Saya pesan kepada peserta tim dari tujuh kabupaten agar harus memiliki akun resmi IG. Dan, setiap saat latihan maka foto dan atau video, juga hal yang mau disampaikan seusai rapat tim agar wajib posting di instagram masing-masing. Dan, ingat! Tandai ke instagram panitia @liga4papuatengah,” pesan pemuda yang telah lama berkecimpung di dunia sepak bola Papua Tengah ini.
Harapannya, ini akan mempermudah komunikasi dan memeriahkan gaung kompetisi.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

