Iklan

iklan

Inklusi Papua Tengah Diperkuat di Car Free Day, Alex Manangsang: Yang Terbatas Hanya Cara Pandang Kita

Tabloid Daerah
2.15.2026 | 12:18:00 AM WIB Last Updated 2026-02-15T15:36:46Z
iklan
Alex Manangsang, Kepala BPPKAD Papua Tengah, Sabtu (14/2/2026), pagi pukul 08.00 waktu Papua, di Jalan Pepera, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. (#TaDahnews - Deto)


[Tabloid Daerah], Nabire -- Udara Nabire pagi itu terasa renyah, meski mentari mulai meninggi dan cuaca agak mendung, di tengah riuh rendah Car Free Day (CFD) yang dipenuhi warga bersenam, ada pemandangan yang menghangatkan hati.

Bukan sekadar perayaan Valentine’s Day, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD Papua Tengah), justru memilih merayakan cinta kasih dengan langkah nyata: mendorong inklusi Papua Tengah melalui lomba mewarnai khusus anak disabilitas di Jalan Pepera, Sabtu (14/2/2026), pagi pukul 08.00 waktu Papua.

Kegiatan sinergis ini, yang dipusatkan di Jalan Pepera, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, menjadi etalase kolaborasi Pemprov.

BPPKAD Papua Tengah menggandeng Dinas Kesehatan Pengendalian dan Penduduk Keluarga Berencana (Dinkesp2kb), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), hingga Dinas Koperasi dan UMKM untuk menggelar paket layanan terpadu, mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga bazar UMKM lokal.

Antusiasme warga pada CFD Nabire yang rutin digelar setiap Sabtu pagi memang tak pernah surut.

Namun, pada momen istimewa ini, perhatian tertuju pada 20 siswa-siswi disabilitas yang memegang krayon dengan penuh fokus. Mereka dibagi dalam dua kategori: Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Kemudian, Sekolah Menengah Pertaman (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Yang mana, Ini adalah panggung bagi mereka.

Alex Manangsang, Kepala BPPKAD Papua Tengah, dalam sambutannya menegaskan bahwa ruang publik adalah milik semua orang, tanpa kecuali.

Ia melihat lomba ini bukan arena menang dan kalah. Ini tentang keberanian. Ini tentang keyakinan.

“Anak-anak kita adalah simbol ketulusan dan kekuatan. Mereka mengajarkan kita arti perjuangan tanpa keluh, semangat tanpa batas, dan harapan tanpa henti,” kata Alex, nadanya bergetar penuh makna.

Ia menyatakan, tugas pemerintah, orang tua, dan masyarakat adalah memastikan anak-anak ini tumbuh dalam lingkungan yang inklusif, ramah, dan penuh kasih.

Alex menekankan, jika kita belum mampu melihat potensi besar di dalam diri mereka, maka kitalah yang salah.

Kehadiran Nurhaidah Meki Nawipa, Ibu Kadisdikbud Papua Tengah, yang terlihat membagikan bingkisan hadiah kepada semua peserta, menambah suasana kekeluargaan. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi pesan kuat dari birokrasi.

Alex menutup sambutannya dengan penegasan komitmen. “Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa difabel bukan berarti terbatas. Yang terbatas, hanyalah cara pandang kita,” jelasnya.

“Kita akan terus mendorong kegiatan berkeadilan, sebagai bagian dari komitmen kita membangun masyarakat yang inklusif,” tutup Manangsang.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inklusi Papua Tengah Diperkuat di Car Free Day, Alex Manangsang: Yang Terbatas Hanya Cara Pandang Kita
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan