[Tabloid Daerah], Nabire -- Gemuruh sorak sorai puluhan ribu pasang mata membelah keheningan malam di Pusat Kota Nabire.
Tepat pada pukul 00.00 waktu Papua, Rabu (31/12/2025), Pantai Nabire, Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Papua Tengah, berubah menjadi lautan cahaya.
Ribuan mercun besar meluncur dari laut dan bibir pantai, menari, dan mewarnai langit Nabire terang, menandai lepas-sambut tahun dari 2025 menuju 2026 dalam sebuah perayaan yang hampir setara dengan kemegahan pesta internasional.
Kegiatan kolosal bertajuk pesta mercun tersebut diselenggarakan secara langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah.
Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, hadir didampingi seluruh elemen forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) provinsi dan Kabupaten Nabire, mengundang seluruh masyarakat untuk berdatangan dan bergotong-royong menyaksikan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa perayaan mewah ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk berbagi kebahagiaan dengan seluruh masyarakat Papua Tengah, mencontoh negara-negara maju yang merayakan pergantian tahun dengan spektakuler.
“Kami, pemerintah provinsi Papua Tengah mengajak semua masyarakat Nabire, marilah datang menyaksikan ribuan mercun besar akan naik dari laut menerangi kota Nabire,” pinta Gubernur Definitif pertama Papua Tengah itu.
“Ini sama seperti, New York, Sidney, Australia, dan lainnya, bahwa pemerintah menyediakan semuanya untuk rayakan tahun baru. Dan, seluruh orang di Nabire menyaksikan bersama,” tambahnya, meminta masyarakat untuk menyimpan uang dan segera hadir menyaksikan pertunjukan yang telah disiapkan matang.
Gebrakan Pendidikan Gratis Bagi Mahasiswa Jika IPK Di Atas 2,75
Di tengah hiruk pikuk kemeriahan tersebut, Gubernur Meki Nawipa, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pimpinan Daerah se-Tanah Papua, membeberkan sejumlah capaian sepanjang tahun 2025 sekaligus visi masa depan, terutama di sektor pendidikan.
Sosok Pimpinan Daerah bervisi Papua Tengah Terang ini mengumumkan kebijakan revolusioner yang telah dimulai dan bagi mahasiswa akan mulai berlaku pada 2026.
Nawipa menjamin biaya kuliah gratis bagi seluruh mahasiswa di Papua Tengah yang mampu mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 2,75.
“Mulai tahun 2026, kita sudah pastikan bahwa yang kuliah di kampus nilai di atas 2,75 gratis di bayar oleh Gubernur. Kebijakan ini sudah jalan langsung ke kampusnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, program pendidikan gratis ini tidak hanya menyasar jenjang perguruan tinggi, melainkan juga sudah berjalan tingkat SMA/K, dan akan diperluas hingga tingkat SMP pada tahun berikutnya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya masif Pemprov untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Ajakan Hidup Damai dan Sinergitas Pembangunan
Menjelang detik-detik pergantian tahun, Mantan Bupati Paniai ini juga mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk membangun sinergi lintas elemen demi kemajuan provinsi.
Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam membangun Papua Tengah yang lebih baik dan masif.
“Jadi, kepada semua orang Papua Tengah, kita bersama membangun, harus bergotong-royong bangun kita punya negri ini,” tandasnya.
Gubernur juga berpesan agar masyarakat menjauhi minuman beralkohol, serta hidup baik, tentram, aman, damai, dan senantiasa mengandalkan Tuhan.
Kegiatan lepas-sambut tahun baru berlangsung sangat meriah. Pantauan wartawan TaDahnews.com menunjukkan bahwa bibir Pantai Nabire hingga daratan dipenuhi puluhan ribu orang, menjadikan langit Nabire terang benderang.
Pada kesempatan itu, salah satu warga Nabire, Nimrod Kudiai, yang telah bertahun-tahun di Papua Tengah bahkan mengklaim telah mengelilingi Tanah Papua, menyampaikan apresiasi mendalam.
“Luar biasa, salut dan apresiasi kepada Pemprov Papua Tengah karena, telah mengajak seluruh elemen masyarakat atau orang Papua Tengah hadir dalam kemeriahan malam tahun baru,” tutur Kudiai, mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya ia menyaksikan kegiatan lepas-sambut tahun baru semeriah di Papua Tengah.
Kegiatan pesta mercun tersebut pun dimeriahkan belasan grup band musik di Provinsi Papua Tengah.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

