Iklan

iklan

Damai - Sukacita Natal Satukan Langkah Membangun Paniai

Tabloid Daerah
1.20.2026 | 8:58:00 PM WIB Last Updated 2026-01-21T12:09:18Z
iklan
Suasana penuh damai dan kegembiraan itu menandai berlangsungnya Ibadah Natal Lepas Sambut Tahun Baru 2026 Pemkab Paniai bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, Kamis (15/1/2026),  Gedung Olahraga Odiyai Pudotadi Paniai, Papua Tengah. (#Istimewa)

[Tabloid Daerah], Paniai -- Dentuman musik rohani menggema menggerakan lantunan puji-pujian Natal mengalun lembut, berpadu dengan sorak sukacita ribuan jemaat pada Kamis, 15 Januari 2026, yang berdatangan membawa harapan baru, memadati jejeran kursi di Gedung Olahraga Odiyai Pudotadi Paniai, Papua Tengah.

Suasana penuh damai dan kegembiraan itu menandai berlangsungnya Ibadah Natal Lepas Sambut Tahun Baru (Nataru) 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Ibadah bersama ini menjadi momentum rohani sekaligus kebersamaan lintas institusi.

Perayaan Nataru ini mengusung tema, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan subtema, “Dengan Sukacita Natal Kita Bersatu dalam Bingkai Kekeluargaan Membangun Kabupaten Paniai yang Lebih Baik”.

Bersama tema yang diangkat dari Injil Matius pasal 1 ayat 21 hingga 24 ini, mengajak seluruh umat untuk menjadikan Natal sebagai titik awal membangun kehidupan keluarga dan daerah yang lebih harmonis.

Dalam renungan firman, Pendeta E.T. Leonardo Wairara menegaskan empat prinsip utama agar Allah benar-benar hadir menyelamatkan keluarga.

Pertama, percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kedua, percaya kepada Firman Tuhan. Ketiga, percaya bahwa Tuhan selalu hadir menolong umat-Nya. Dan keempat, hidup taat kepada perintah Tuhan.

“Kalau empat hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka persatuan dalam keluarga akan terbangun, dan dari keluarga yang kuat itulah Paniai yang lebih baik bisa terwujud,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tanpa kehadiran Allah dalam setiap keluarga, pembangunan daerah akan kehilangan fondasi rohaninya.

Ketua Panitia, Yuliana R. Patandianan, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Paniai, Nomor: 401 Tahun 2025 tentang Panitia Natal Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan Masyarakat Tahun 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai, yakni; membangun Paniai yang beriman serta memperkuat toleransi antarumat beragama.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh Pemkab Paniai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Momen bersejarah di awal tahun ini turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, serta Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Silwanus A. Soemoele.

Dalam sambutannya, Silwanus A. Soemoele menekankan bahwa tantangan pembangunan di Provinsi Papua Tengah tidaklah mudah.

Ia mengatakan dinamika sosial yang kompleks, persoalan ekonomi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi menjadi ujian bersama.

Namun, Silwanus optimis bahwa dengan persatuan delapan kabupaten di Papua Tengah, semua tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Ia juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat Kabupaten Paniai yang telah menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial.

“Sinergitas ini harus terus dirawat dan diperkuat agar Papua Tengah semakin maju dan damai,” ujarnya.

Menurutnya, Ibadah Natal dan lepas sambut Tahun Baru ini menjadi momentum refleksi untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, serta menyusun langkah baru dengan semangat yang diperbarui.

Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk membangun daerah dengan hati yang tulus, kerja yang jujur, dan pelayanan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan itu, Bupati Paniai, Yampit Nawipa, dalam sambutannya menyoroti pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Orang nomor satu Kabupaten Paniai menegaskan ASN harus bekerja dengan hati, bukan sekadar formalitas.

Pasalnya, masih ada pegawai yang jarang masuk kantor namun tetap menerima gaji dan tunjangan.

Selain itu, Bupati berjulukan anak muda gerak cepat juga menyinggung persoalan keamanan daerah.

Bupati Womaki meminta masyarakat untuk tidak takut dan tetap menjaga persatuan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat non-organik di Paniai semata-mata menjalankan tugas negara dan akan kembali setelah tugas selesai.

“Mari kita saling mendoakan agar daerah ini tetap aman dan damai,” pesannya.

Toleransi antarumat beragama juga menjadi perhatian utama, Bupati Womaki mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati waktu dan ruang ibadah, termasuk pengaturan volume pengeras suara rumah ibadah yang berdekatan, agar tidak saling mengganggu kekhusyukan beribadah.

Menjelang penutupan acara, suasana kembali dipenuhi sukacita saat panitia turut merayakan Hari Ulang Tahun Bupati Paniai Yampit Nawipa yang ke-37, bertepatan dengan tanggal pelaksanaan kegiatan, 15 Januari 2026.

Pada momen tersebut, Wabup Paniai, Ham Yogi, mewakili masyarakat menyampaikan ucapan selamat dan doa agar kepemimpinan Bupati Yampit senantiasa diberkati Tuhan.

“Kiranya Tuhan menyertai setiap langkah kepemimpinan, membawa Paniai menuju hari esok yang lebih cerah, Awetako Enaa Agapida,” ungkapnya penuh harap.

Perayaan Natal dan lepas sambut Tahun Baru 2026 ini pun menjadi simbol kuat persatuan, iman, dan harapan baru bagi masyarakat Paniai—melangkah bersama membangun daerah dalam terang kasih Kristus.(*)



Penulis: Ril
Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Damai - Sukacita Natal Satukan Langkah Membangun Paniai
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan