Iklan

iklan

Wagub Deinas Geley Tegaskan Disiplin Atribut ASN Dan Ingatkan Anak Muda Terjun Dunia Usaha

Tabloid Daerah
1.19.2026 | 9:43:00 AM WIB Last Updated 2026-01-19T02:50:05Z
iklan
Suasana Apel Gabungan, Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, Pembina upacara, di Halaman Kantor Gubernur Bandara Lama, Jalan Sisingamangaraja, Nabire, Papua Tengah, Senin (19/1/2026), pagi pukul 08.00 waktu Papua. (#Humas-Setda)

[Tabloid Daerah], Nabire -- Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, memimpin apel gabungan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh ASN serta non-ASN di Halaman Kantor Gubernur Bandara Lama, Nabire, Senin (19/1/2026), pagi pukul 08.00 waktu Papua.
‎Dalam kesempatan tersebut, Wagub menekankan pentingnya loyalitas dan kedisiplinan ketat di kalangan pegawai, sekaligus memotivasi generasi muda untuk memilih dunia usaha karena potensi pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
‎Dalam arahannya, Wagub Deinas mengajak seluruh ASN untuk mengedepankan komitmen terhadap Negara dan menjauhi teladan negatif dari oknum pegawai negeri yang dapat merusak moral serta karakter.
‎Ia secara spesifik menyoroti pentingnya kedisiplinan atribut dan seragam sebagai bentuk tanggung jawab dasar.
‎Deinas menegaskan aturan yang wajib ditaati mencakup penggunaan sepatu hitam, bukan sepatu kets atau sepatu basket, serta penggunaan ikat pinggang Korpri, bukan ikat pinggang kulit biasa.
‎"Kedisiplinan seragam juga diatur ketat dan harus disiplin. Baju khaki dan topi khaki pada Senin–Selasa, baju putih pada Rabu, batik pada Kamis, dan pakaian olahraga pada Jumat," tegas Deinas.
‎Selain mendesak disiplin pegawai, Geley juga memotivasi orang tua di wilayah Papua Tengah untuk tidak memaksakan anak-anak mereka menjadi pegawai negeri setelah lulus kuliah.
‎Ia membandingkan potensi pendapatan di kedua sektor.
‎Menurutnya, rata-rata gaji pegawai negeri berkisar Rp3.000.000 per bulan. Sementara itu, keuntungan harian dari dunia usaha yang mencapai Rp200.000 dapat menghasilkan Rp6.000.000 per bulan, atau bahkan Rp9.000.000 per bulan jika keuntungan harian mencapai Rp300.000, dan begitu terus-menerus.
‎“Kita keliru kalau pokoknya kuliah harus jadi pegawai negeri. Jika, semua jadi pegawai, siapa yang mengelola kekayaan alam Papua di bidang ekonomi dan perdagangan, atau dunia usaha dan bisnis,” ujar Wagub murah senyum.
‎Geley juga mengingatkan OPD, bendahara, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengenai pentingnya administrasi dan jam kerja.
‎Ia menekankan perlunya persiapan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dijadwalkan akhir Januari 2026. Untuk itu, ia meminta laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2025 segera disiapkan dan pekerjaan tidak ditumpuk.
‎“Untuk jam kerja, masuk: Pukul 08.00 waktu Papua dan pulang pukul 16.00. ASN harus disiplin, rajin, dan mengutamakan kepentingan umum di atas pribadi,” pungkasnya.
‎“Itulah komitmen bersama kita tanam di provinsi yang kita cintai ini,” tutup Wagub Orang nomor satu Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Tengah.
‎Apel gabungan yang dihadiri ASN dengan Batik Korpri dan non-ASN dengan seragam putih-hitam tersebut berlangsung penuh hangat di bawah cuaca cerah Nabire.(*)




Penulis: ElD
Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wagub Deinas Geley Tegaskan Disiplin Atribut ASN Dan Ingatkan Anak Muda Terjun Dunia Usaha
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan