Iklan

iklan

AMSI: Konten Relevan Kunci Media Bertahan di Tengah Persaingan Ketat

Tabloid Daerah
1.14.2026 | 12:50:00 PM WIB Last Updated 2026-01-14T15:40:27Z
iklan
Wakil Ketua Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI), Citra Dyah Prastusti, didampingi Moderator, Jean Bisay, bersama perwakilan peserta sangat antusias mengikuti sesi workshop pada Hari Kedua Festival Media Se-Tanah Papua di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Kota Nabire, Rabu (14/1/2026) siang.(Istimewa)


[Tabloid Daerah], Nabire - Wakil Ketua Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI), Citra Dyah Prastusti, menekankan bahwa relevansi konten menjadi kunci utama bagi media untuk bertahan di tengah persaingan industri yang ketat.

Peringatan keras ini disampaikan Citra dalam workshop bertajuk "Konten Lokal, Untung Global: Model Bisnis Media Siber Papua" pada Hari Kedua Festival Media Se-Tanah Papua di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Kota Nabire, Rabu (14/1/2026).

Dalam sesi yang dimoderatori oleh Jean Bisay, wartawan Jubi, Citra menjelaskan bahwa strategi utama agar konten media tetap relevan adalah dengan memahami secara mendalam siapa audiens yang disasar.

"Salah satu kuncinya menjadikan konten media relevan bagi audiens. Artinya, kita perlu tahu siapa saja audiens yang disasar, lalu mengetahui apa kebutuhannya, lalu memberikan jawaban atas kebutuhan tersebut," jelas Citra kepada wartawan usai memaparkan materi.

Citra menegaskan, kegagalan dalam memenuhi relevansi tersebut dapat berakibat fatal bagi eksistensi media.

Ia mengingatkan bahwa fungsi pers, sesuai Undang-Undang Pers, adalah memberikan informasi kepada publik.

"Kalau tidak begitu, maka media tidak relevan bagi audiens, akan dijauhi oleh audiens dan tidak berguna jadinya media. Padahal fungsi pers menurut undang-undang adalah memberikan informasi kepada publik. Dan untuk itu kita perlu bekerja keras supaya tetap relevan dan dibutuhkan," tegasnya.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir dalam festival yang diinisiasi oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) tersebut.

Menurutnya, antusiasme dari siswa dan mahasiswa yang turut hadir, seperti pertanyaan mengenai kecanduan media sosial, membuktikan adanya semangat yang perlu diolah bersama oleh insan media.

"Saya senang sekali bisa berada di Festival Media Se-Tanah Papua karena melihat bagaimana antusiasme teman-teman media, juga siswa dan mahasiswa, untuk bekerja keras mendorong media menjadi lebih baik. Artinya ada semangat di situ yang perlu diolah teman-teman media supaya jadi semangat energi bersama," katanya.

Citra menilai Festival Media Se-Tanah Papua merupakan ajang penting untuk konsolidasi dan saling belajar antarmedia, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda memahami cara kerja pers.

Ia menutup paparannya dengan menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam industri media.

"Kita di industri media tetap butuh generasi-generasi muda untuk mau ikut terlibat di dalam media, untuk sama-sama menjaga akses informasi kepada publik," pungkasnya.

Festival Media Se-Tanah Papua ini berlangsung selama tiga hari, 13 hingga 15 Januari 2026, dan dihadiri oleh 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, serta melibatkan berbagai kegiatan mulai dari pelatihan jurnalistik investigasi hingga malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026.(*)




Penulis: Ril
Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • AMSI: Konten Relevan Kunci Media Bertahan di Tengah Persaingan Ketat
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan