Iklan

iklan

Seminar dan Lokakarya Sehari Bersama WALHI Papua, Green Papua, dan LBH TKP: "Pendidikan Ekologi dan Lingkungan Hidup di Papua"

Elias Douw
2.29.2024 | 2:00:00 PM WIB Last Updated 2024-03-01T01:27:47Z
iklan
Foto bersama usai Seminar dan Lokakarya Sehari oleh WALHI Papua, Green Papua, LBH TKP, di Pantai Marimoi, Distrik Nabire Timur, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah/Dok.tadah-#EDo

[Tabloid Daerah], Nabire --
Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Papua, Green Papua, Lembaga Bantuan Hukum Talenta Keadilan Papua (LBH TKP), secara bersamaan mengadakan seminar dan lokakarya sehari dengan Topik, "Pendidikan Ekologi dan Lingkungan Hidup di Papua". Mereka mengundang satu Pemateri lagi, adalah Bapak Titus Pekei, Pencetus Noken Papua di UNESCO PBB, juga pendiri Ekologi Papua Institute.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Marimoi, Distrik Nabire Timur, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, (Rabu 28/2/2024), Pukul 08.00 - Selesai, Waktu Papua (WP).

Maikel Perimus Peuki, Direktur WALHI Papua usai kegiatan seminar kepada tadahnews.com mengatakan, saat ini kami melakukan seminar dan lokakarya terkait dengan Pendidikan Ekologi dan Lingkungan di Papua, "kami laksanakan kegiatan ini satu hari full, dari sepanjang kegiatan ini, ada 4 materi yang bersama bawakan di sini," kata Peuki.

Akrab dipanggil Maikel Peuki, Pemuda Papua yang menggeluti Lingkungan Hidup di Papua ini menerangkan materi apa saja yang diberikan dan siapa-siapa saja pemateri dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

"Ada 4 materi, yakni; materi pertama diberikan oleh LBH Talenta Keadilan Papua, Ricahrdani Nawipa dengan Topik, 'Hak Atas Tanah'. Materi kedua diberikan oleh saya sendiri [Maikel Perimus Peuki] selaku Direktur WALHI Papua dengan Topik, 'Hak Atas Lingkungan Hidup'. Materi ketiga diberikan oleh Titus Pekei selaku Pencetus Noken Papua di UNESCO [PBB] yang juga pendiri Ekologi Papua Institute dengan Topik, 'Ekologi Papua'. Dan, materi yang keempat di berikan oleh Yohanes Giyai selaku Biro Pendidikan Green Papua Pusat di Jayapura," terangnya.

Lebih lanjut, Peuki, menyatakan tujuan dari kegiatan ini adalah sharing tentang pengetahuan dan pengalaman tentang isu-isu Lingkungan dari Luar Papua atau Internasional juga nasional, hingga ke daerah, dan yang lebih penting lagi pengaruh dampak kerusakan lingkungan di Tanah Papua yang sebenarnya mengancam keberlangsungan hidup kita sebagai manusia tapi juga, alam semesta ini termasuk flora dan fauna.

Tambahnya, dari kegiatan ini sebenarnya kita mau melihat bagaimana teman-teman peserta ini turut ikut dari berbagai organisasi, mereka punya kerja-kerja selama ini itu sejauh mana dan mau membangun gerakan bersama untuk melihat isu-isu lingkungan yang berada di Provinsi Papua Tengah di Nabire, dan di sekitarnya.

"Kita mau mengkampanyekan lingkungan sebagai salah satu isu yang terdampak dari berbagai aspek pembangunan yang berkelanjutan dengan melihat bahwa telah ada provinsi-provinsi baru di Tanah Papua dengan mengatasnamakan pembangunan, dan proses-proses pembangunan itu akan mempengaruhi lingkungan. Maka itu, tujuan dari pada kegiatan ini adalah kita mau melihat situasi di sekitar Papua, dan melihat teman-teman peserta dari berbagai organisasi yang hadir ini apakah kerja-kerja mereka terhadap isu lingkungan ini sudah sejauh mana, dan kami sekaligus mengajak bahwa lingkungan sesungguhnya adalah Paru-paru kita," ucap Peuki.

Tutup Direktur WALHI Papua, Peuki bahwa pihaknya berharap dari kegiatan ini para peserta bisa berada bersama rakyat mengedukasi dan advokasi masalah-masalah tentang isu lingkungan yang ada di Tanah Papua, lebih khusunya di Papua Tengah ini.

"Harapan kami, dari kegiatan ini adalah teman-teman peserta yang terdiri dari; Komunitas, Lembaga, Organisasi, dan individu yang hadir mengikuti kegiatan ini telah mendapatkan pengetahuan baru, melihat konteks ril yang ada di masyarakat bahwa bagaimana mereka bisa mengadvokasi dengan melihat kebijakan yang bertolak belakang dengan kondisi lingkungan pada rakyat bekerjasama dengan LSM-LSM yang ada untuk sama-sama menyuarakan isu-isu Lingkungan di Nabire, Mapia, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Mimika, Puncak, dan Puncak Jaya," tutup Peuki.(TaDahnews.com/#EDo)



Reporter: Elias Douw
Editor: Melky Dogopia
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seminar dan Lokakarya Sehari Bersama WALHI Papua, Green Papua, dan LBH TKP: "Pendidikan Ekologi dan Lingkungan Hidup di Papua"

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan