Iklan

iklan

Ini Pernyataan Sikap SMRP Tolak Penambangan Emas Blok Wabu, Ibu Gubernur: "Saya Tidak Pernah Memberikan Izin"

Melkianus Dogopia
1.18.2024 | 8:00:00 PM WIB Last Updated 2024-02-07T00:58:14Z
iklan
Korlap Sedang Membacakan Pernyataan Sikap SMRP di Hadapan PJ. Ibu Gubernur, PJ. Bupati Kabupaten Intan Jaya, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Gabungan Aparat Keamanan, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Intan Jaya, Kamis (18/01/2024)/Dok.TaDah-#MelkyD

[Tabloid Daerah], Nabire --
Ribuan Massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua (SMRP) melakukan Aksi Demonstrasi (Demo) Damai Tolak Penambangan Emas Blok B Wabu di Intan Jaya, ini, akhirnya bisa membacakan Pernyataan Sikap mereka di hadapan Penjabat (PJ) Ibu Gubernur, PJ. Bupati Kabupaten Intan Jaya, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Gabungan Aparat Keamanan, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Intan Jaya, Kamis (18/01/2024), Siang, Waktu Papua (WP), di Jalan Merdeka, Depan Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Pantauan awak media Tabloid Daerah, awalnya aksi ini dilakukan dalam tekanan, dan akhirnya massa dari masing-masing titik berkumpul dan terus bertambah. Sehingga, ini membuat negosiasi dari Tim negosiator aksi dengan aparat kepolisisan, dan turut hadir juga dari Lembaga Bantuan Hukum Talenta Keadilan Papua (LBH TKP). Dan massa diizinkan untuk melakukan aksi long march menuju titik nol kilometer (km) di Kantor Gubernur Papua Tengah.

Masih dalam pantauan media TaDah bahwa massa dari titik kumpul Pasar SP-1 bergabung di titik kumpul Jepara Indah 2 pada Pukul 09:30 Pagi, WP. Sementara, massa yang berkumpul di Siriwini, Depan Rumah Sakit bergerak melakukan long march dalam pengawalan ketat aparat kepolisian tiba di Kantor Gubernur Papua Tengah pada Pukul 11:40 Siang, WP.

Di depan Kantor Gubernur, sejumlah peralatan keamanan dikerahkan bersama dengan ratusan personil aparat kepolisian, termasuk juga aparat tentara nasional Indonesia (TNI).

Massa yang lebih dulu di depan Kantor Gubernur Papua Tengah, melakukan pergantian orasi sambil menunggu massa dari titik kumpul lainnya.

Sementara itu, aparat kepolisian mengarahkan massa dari titik kumpul Jepara Indah 2 menggunakan kendaraan. Dan, ratusan kendaraan bermotor, satu mobil komando, dua mobil pick up jenis Hilux, dan empat truk dipakai massa menuju titik kumpul Pasar Karang.

Dari Pasar Karang, massa bertambah lagi dan akhirnya melakukan long march menuju titik nol km, Kantor Gubernur Papua Tengah, tiba Pukul 13:25 Siang, WP.

Pada Pukul 13:30 Siang sampai Pukul 15:00 Sore, WP, masing-masing perwakilan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, seperti; Dewan Adat Papua dalam hal ini mewakili Tokoh Adat, Agama, Perempuan, Pemuda, Mahasiswa, Perwakilan Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Mimika, dan Nabire, masing-masing pada prinsipnya berorasi politik menolak Rencana Operasi Penambangan Emas Blok B Wabu di Intan Jaya pada khususnya dan pada umumnya di seluruh Tanah Papua.

Pada Pukul 15:10 Sore, WP, Koordinator Lapangan (Korlap) SMRP membacakan pernyataan sikap.

Ini Poin-poin Pernyataan Sikap SMRP:

Pertama, Kami Mahasiswa dan Masyarakat Papua Menolak dengan tegas! PT. Antam tbk., di Wilayah Blok Wabu, Intan Jaya.

Kedua, Kami Mahasiswa dan Masyarakat Papua Meminta dengan tegas kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Segera! Mencabut surat izin yang telah diterbitkan atau direkomendasikan kepada PT. Antam tbk., dan maupun Perusahaan lainnya.

Ketiga, Kami Mahasiswa dan Masyarakat Papua Meminta dengan tegas kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah! Hentikan segala macam pembahasan eksploitasi tambang di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, dan pada umumnya di Wilayah Provinsi Papua Tengah.

Keempat, Kami Mahasiswa dan Masyarakat Papua Mendukung dan sekaligus mengusut temuan-temuan dan mendukung rekomendasi lapangan Amnesty Internasional dengan situasi dan HAM rencana penambangan emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua.

Kelima, Kami Mahasiswa dan Masyarakat Papua mendukung laporan koalisi organisasi sipil dan berisikan Indonesia, dengan judul; "Kajian Ekonomi Politik Penempatan Militer di Papua, Intan Jaya". Dan, segera! Usut tuntas temuan-temuan yang memenuhi sesuai rekomendasi.

Setelah membacakan pernyataan sikap, Korlap Aksi langsung menyerahkan kepada PJ. Gubernur Papua Tengah, Ibu Ribka Haluk. PJ. Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau. Perwakilan DPRD Intan Jaya. Dan, perwakilan MRP Papua Tengah.

Korlap Aksi memberikan kesempatan kepada PJ. Gubernur, Ribka Haluk, untuk menyampaikan terkait dengan izin operasi penambangan emas Blok B. Wabu di Intan Jaya, Papua Tengah.

"Saya tidak pernah memberikan izin untuk Blok Wabu, dan isu yang berkembang di luar bahwa sekali lagi, saya tidak memberikan izin untuk penambangan di Blok Wabu itu," kata Ibu PJ Gubernur Papua Tengah, tegas.

Pada kesempatan yang sama, setelah Ibu Gubernur, kesempatan diberikan lagi kepada PJ. Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau.

"Kami akan pelajari pernyataan ini dan akan menyerahkan langsung ke Presiden," ungkap Bapak PJ. Bupati Intan Jaya.

Pada Pukul 16:00 Sore, WP, Aksi Demo Damai tersebut diakhiri oleh SMRP dengan memberikan deadline waktu paling lama tiga minggu guna menunggu hasil penyerahan aspirasi tersebut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (TaDahnews.com/#MelkyD)



Reporter: Melky Dogopia
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ini Pernyataan Sikap SMRP Tolak Penambangan Emas Blok Wabu, Ibu Gubernur: "Saya Tidak Pernah Memberikan Izin"

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan