Iklan

iklan

Beli Buku, Kumpulan Cerpen: Ini Bukunya Sesilius Kegou, "Jejak Darah"

Tabloid Daerah
12.08.2021 | 8:59:00 AM WIB Last Updated 2021-12-08T00:04:27Z
iklan

Foto: Cover Buku dan Daftar Isi/redaksi

TaDaNews.com, Meepago --
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya, serta senantiasa memberikan kekuatan, pencerahan, dan nafas serta berkat kepada Penulis dalam menyelesaikan buku, "Jejak Darah: Kumpulan Cerpen."

 

Sesilius Kegou, lahir di kampung Yegeiyepa, Piyaiye, Dogiyai, Papua, ini menuliskan ucapan terima kasih itu dan juga tidak melupakan kedua orang tuanya.

 

"Dari segala ini, terimakasih kepada ayah terhebatku, Isaiyas Kegou, Pewarta Yegeiyepa, dan Bundaku tersayang, Elisabeth Pokuai yang selalu memberi harapan, tidak lupa menyebut namaku dalam tiap kali untaian Doa, juga setia menasehati dan memotivasi kepada penulis dalam kondisi apa pun," tulis Pria kelahiran Yegeiyepa, Piyaiye, Sesilius Kegou, dikutip ulang oleh awak media ini.

 

Sesilius Kegou, Pendidikan Dasar di Yegeiyepa, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas di Papua Tahun 2016, dan telah menyelesaikan Fakultas Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang pada April 2020.

 

Selagi menulis buku pertamanya, "Jejak Darah,"  cerpen-cerpen lainnya telah diterbitkan juga di media online lainnya, seperti; www.sastrapapua.com dan www.suarameepago.com ada juga cetak di Koran Jubi.

 

Setelah menyelesaikan Sarjana Satu (S1) Hukum di Semarang, penulis lebih fokus rangkul anak-anak muda Papua melalui literasi di Kedai Kopi pribadinya di Nabire, Papua.

 

Dengan dasar pengalamannya, penulis menargetkan "lahirkan buku-buku" berikutnya yang masih dalam (sedang) menulis.

 

Tentang buku  "Kumpulan Cerpen: Jejak Darah," ini, penulis memotivasi para Aktivis Mahasiswa, Kemanusiaan, Aktivis Perempuan, dan para pejuang bangsa, agar tidak putus asa saat jatuh ataupun gagal.

 

"Buku ini dimaksudkan untuk menyadarkan, dan maju, tidak ragu para pejuang bangsa, maksudnya kepada anak-anak muda Papua, barangkali karena, faktor sosial, tidak paham tentang mengapa gagal, dan harus bangkit berjuang lagi raih segala sesuatu yang diperjuangkan, jika jatuh, bangkit lagi, terjatuh, kemudian bangkit kembali, dan tetap bangkit," tulisnya.

 

Segala ini, bagi Penulis, dengan adanya Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) dan media suarameepago.com, penulis banyak belajar di sana.

 

"Segenap jiwa, Penulis tidak lupa terimaksih kepada Ko’Sapa telah menajam penaku sehingga tulisan-tulisan penulis pernah terbit di media online www.sastrapapua.com, lebih-lebih ini, penulis tunduk menari jari di papan kiboard leptop kusamku, media lokal www.suarameepago.com, yang serius memberi inovasi, motivasi juga inspirasi baru kepada Penulis pemula, sehingga, dengannya banyak tulisan Penulis menyiratkan di sana," tulis Sesilius Kegou.

 

Ada 14 cerpen oleh Pria kelahiran Yegeiyepa, Piyaiye ini, yang disatukan di dalam Buku, "Jejak Darah."

 

Beli Bukunya: https://books.google.co.id - atau - https://play.google.com/store/books/

 

 

Admin

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Beli Buku, Kumpulan Cerpen: Ini Bukunya Sesilius Kegou, "Jejak Darah"

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan