[Tabloid Daerah], Paniai -- Bupati Paniai Yampit Nawipa memaparkan tiga program prioritas—kesehatan, pendidikan, dan ekonomi—dihadapan Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah Deinas Geley guna mempercepat kesejahteraan masyarakat di wilayah Paniai.
Pantauan Tim Tabloid Daerah, suasana di halaman belakang Kantor Bupati Paniai, Jalan Poros Madi, tampak berbeda, Kamis (10/9/2026).
Di bawah langit Paniai Timur yang cerah, Bupati Yampit Nawipa berdiri mantap memaparkan peta jalan masa depan daerahnya di hadapan Wagub Papua Tengah, Deinas Geley.
Fokusnya cuma tiga: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Terdengar sederhana, namun eksekusinya dirancang menukik ke jantung masalah warga.
Bupati termuda se-Indonesia ini, punya logika menarik soal kesehatan.
Baginya, rumah sakit yang sepi bukan berarti kegagalan, melainkan keberhasilan pelayanan di tingkat bawah.
"Kesehatan tetap prioritas. Tadi Bapak Wagub sudah lihat sendiri di rumah sakit tidak ada orang sakit. Itu karena, penanganan tuntas di Puskesmas," ujarnya lugas.
Ia ingin warga tidak perlu jauh-jauh ke RSUD jika keluhannya bisa diselesaikan di dekat rumah.
Pola ini memastikan RSUD Paniai hanya menjadi tempat rujukan untuk kasus-kasus berat.
Beralih ke sektor pendidikan, ada inovasi yang ia sebut sebagai SSH, sebuah bentuk modifikasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jika biasanya anak-anak hanya makan sekali, di Paniai polanya diubah menjadi tiga kali sehari.
Sasarannya pun spesifik, anak-anak dari keluarga biasa, bukan anak pejabat atau pegawai.
"Kita cari titik sekolah yang siswanya mayoritas masyarakat biasa," tambah Bupati yang dijuluki 'anak muda gerak cepat' ini.
Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Urusan ekonomi juga tidak luput dari perhatian.
Data TaDahnews.com, Bupati julukan anak muda gerak cepat ini, tidak melupakan di Bidang Ekonomi rakyat.
Yampit Nawipa menggerakkan dari kampung ke kota melalui sektor pariwisata, pertanian, dan peternakan.
Potensi Spot Wisata Pogey menjadi pembuka jalan.
Menariknya, Yampit tidak ingin anak muda Paniai berpangku tangan.
Ia menunjuk kegigihan para 'mama-mama' yang masih setia berkebun, beternak, dan menjala ikan di danau sebagai teladan nyata.
"Anak muda jangan kalah dari mama-mama. Saatnya olah lahan, hasilkan uang. Ko harus kerja baru bisa makan," tegasnya disaat-saat momen resmi Pemerintah Kabupaten.
Baginya, budaya manja adalah musuh utama pembangunan.
Kunjungan Wakil Gubernur ini, ia maknai sebagai bensin baru agar mesin pembangunan di Paniai terus bergerak maju, mengingat daerah ini punya sejarah panjang dengan para pemimpin nasional.(#DB/AP)
Penulis: Damianus Bunai / Anison Pigome
Editor: Kebagibui Deto

