![]() |
| Gubernur Meki Nawipa saat memberikan sambutan di Gedung Aula Tuyana Deiyai, berlokasi di Jalan Poros Tigido, Waghete II, Distrik Tigi, Selasa (8/9/2026). /Ist. |
[Tabloid Daerah], Deiyai -- Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa melakukan kunjungan kerja (Kunker) yang kedua kalinya di Kabupaten Deiyai Prioritaskan Penyelesaian Tapal Batas Adat sebelum Desember 2026, Selasa (8/9/2026).
Kunker ini menjadi bagian dari agenda pemerintah provinsi (Pemprov) yang kedua kali.
Pada kunker tersebut merupakan yang kedua kalinya di Kabupaten Deiyai, setelah pertama, pada Jumat (7/11/2025) tahun lalu.
Pada kunker kedua ini, Gubernur Meki Nawipa menjawab pembahasan netizen menyoal tapal batas di Kapiraya yang berada antara Suku Mee dan Suku Kamoro.
Dalam sambutan Orang Nomor Satu Provinsi Papua Tengah, secara langsung menyatakan akan membahas hingga tuntas sebelum Desember 2026 (Sebelum Momen Natal).
“Bicara soal tapal batas Kapiraya, kita akan selesaikan sebelum Desember 2026 yang mengacu pada batas adat, bukan batas pemerintah,” tegasnya di Gedung Aula Tuyana Deiyai, berlokasi di Jalan Poros Tigido, Waghete II, Distrik Tigi.
Persoalan tapal batas Kapiraya menjadi salah satu isu penting yang dibahas Gubernur bersama masyarakat dalam dialog di Aula Tuyana.
Meki menegaskan pemerintah akan mempertemukan kepala daerah yang berkepentingan untuk mencari penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana mengundang Bupati Mimika, Bupati Deiyai dan Bupati Dogiyai untuk melakukan koordinasi secara langsung.
"Nanti saya akan mengundang Bupati Mimika, Bupati Dogiyai, dan Bupati Deiyai, untuk duduk bersama selesaikan batas-batas adat ini," tegas Gubernur Papua Tengah.
Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga akan mengkaji pembangunan jalan penghubung Deiyai–Kapiraya.
"Sebagai Gubernur Papua Tengah, dan Bupati Deiyai akan membangun jalan Deiyai ke Kapiraya. Serta, Bupati Mimika akan selesaikan pekerjaan jalan dari Mimika ke Kapiraya. Sehingga, ini tidak ada persoalan-persoalan lagi," ujar Gubernur.
Infrastruktur tersebut diharapkan membuka konektivitas dan memperluas akses ekonomi masyarakat.(*)
Penulis: Mikael A. Dogopia
Editor: Kebagibui Deto

