![]() |
| Alexsander Gobai, Ketua KADIN Provinsi Papua Tengah, dan Albertus Keiya, Sekretaris KADIN Papua Tengah. /Ist. |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat yang saat ini tengah menghadapi dampak musim kemarau, kekeringan, keterbatasan air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah.
Keprihatinan tersebut menjadi perhatian serius KADIN Papua Tengah di tengah gelombang solidaritas kemanusiaan yang juga diarahkan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
KADIN Papua Tengah menegaskan bahwa kepedulian kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, membantu saudara di NTT tetap penting, namun kondisi masyarakat di Papua Tengah sendiri juga harus menjadi prioritas bersama.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino 2026 telah aktif dan pada awal Agustus berada pada intensitas sangat kuat.
BMKG memperingatkan bahwa kemarau yang lebih kering meningkatkan risiko krisis air serta karhutla.
Khusus untuk wilayah Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi sepanjang bulan Agustus 2026.
Krisis Air Bersih dan Gangguan Penerbangan di Nabire
Kondisi di lapangan menuntut kesiapsiagaan dan langkah responsif yang nyata.
Di Kabupaten Nabire, pemerintah daerah melalui koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perumda Air Minum telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat serta fasilitas umum yang terdampak penurunan pasokan air.
Pemerintah Kabupaten Nabire juga terus mengingatkan warga agar menghemat penggunaan air bersih.
Selain kekeringan, ancaman karhutla turut memperparah situasi.
Pada 21 Agustus 2026, kabut asap tebal akibat karhutla menyebabkan jarak pandang di Bandara Douw Aturure Nabire merosot hingga di bawah 70 meter, yang berimbas pada pembatalan dua jadwal penerbangan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah merespons cepat dengan mengaktifkan posko darurat serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan, kepolisian, dan BMKG.
Dorongan 7 Langkah Konkret KADIN Papua Tengah
Sebagai bentuk dukungan preventif agar persoalan tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas, KADIN Papua Tengah merumuskan 7 (Tujuh) Langkah Konkret yang didorong untuk segera dijalankan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Pertama, Memastikan kapasitas produksi dan distribusi Perumda Air Minum/PDAM tetap berjalan optimal.
Kedua, Memetakan wilayah yang mengalami penurunan pasokan air untuk dijadikan prioritas distribusi.
Ketiga, Menyiapkan armada tangki air dan titik distribusi darurat, khususnya bagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Keempat, Membuka koordinasi terpadu dengan distributor dan depot air minum guna menjaga ketersediaan pasokan.
Kelima, Mengeluarkan imbauan bersama kepada pelaku usaha penyedia air agar tidak menahan stok atau menaikkan harga secara tidak wajar.
Keenam, Menjaga harga air tetap normal dan terjangkau oleh masyarakat dengan tetap memerhatikan kewajaran biaya operasional.
Ketujuh, Menyediakan informasi terbuka terkait titik distribusi air, jadwal pengiriman, serta saluran pengaduan masyarakat.
KADIN menegaskan bahwa dalam situasi darurat ini, air bersih bukan sekadar komoditas perdagangan, melainkan kebutuhan dasar yang mutlak dijamin ketersediaannya.
Solidaritas Tanpa Batas dan Keterlibatan Dunia Usaha
KADIN Papua Tengah juga mengajak seluruh perusahaan, distributor, depot air minum, UMKM, koperasi, asosiasi pengusaha, serta dunia usaha untuk berpartisipasi aktif.
Dengan jaringan logistik, armada kendaraan, gudang, dan sumber daya manusia yang dimiliki, dunia usaha diharapkan mampu memperkuat upaya penanganan di lapangan.
KADIN menyatakan siap menjadi jembatan koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta.
"Kami prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi bencana. Tetapi pada saat yang sama, kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi masyarakat kita sendiri di Papua Tengah yang mulai menghadapi persoalan air bersih, kekeringan, dan kabut asap. Solidaritas harus berjalan dua arah: kita membantu saudara di luar Papua, dan kita juga hadir untuk masyarakat di tanah kita sendiri," ujar Ketua Umum KADIN Papua Tengah, Alexsander Gobai melalui keterangan pers tertulis, Senin (24/8/2026).
Mengusung prinsip "Jangan Menunggu Sampai Krisis", KADIN Papua Tengah mengimbau seluruh elemen—pemerintah provinsi, kabupaten/kota, aparat, masyarakat, hingga dunia usaha—untuk bergerak serentak dalam satu komando terpadu demi memastikan Papua Tengah siap menghadapi El Niño secara aman, terjangkau, dan berkelanjutan.(*)
Penulis: Rils
Editor: Kebagibui Deto
Editor: Kebagibui Deto

