Iklan

iklan

Bukan Hanya Remisi 120 Warga Binaan, Momen HUT ke-81 RI di Papua Tengah: Kebijakan Gubernur Meki Nawipa Terselip 'Kado' untuk Rakyat

Tabloid Daerah
8.17.2026 | 12:01:00 PM WIB Last Updated 2026-08-17T12:27:31Z
iklan
Pemprov Papua Tengah memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI penuh khidmat, dan kejutan-kebijakan Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley untuk masyarakat, di Area Bandara Lama, Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Nabire, Senin (17/8/2026), pagi pukul 08.30 waktu Papua. /Ist.


[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) penuh khidmat, dan kejutan-kebijakan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur (Wagub) Deinas Geley untuk masyarakat.
‎Peringatan tersebut dilakukan di Area Bandara Lama, Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Nabire, Senin (17/8/2026), pagi pukul 08.30 waktu Papua.

Kebijakan tersebut terselip 'Kado' berupa pelayanan dasar yang menyentuh rakyat.

Dimulai dari kemanusiaan, penyerahan remisi warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB tahun 2026, Bantuan Dana dan Kapitasi Kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Kartu Otsus Sehat (KO Sehat / KO Harus Sehat), kolaborasi Jaminanan Kesehatan Nasional (JKN), capaian program pendidikan gratis, dan penerbangan subsidi angkutan udara bagi masyarakat pedalaman.
‎Penyerahan remisi warga binaan lapas terdapat 120 orang dengan penurunan masa tahanan, yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal, 17 Agustus 2026, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, tertanda Dr. Randas Marsudi.
‎Perlu diketahui, sebanyak 120 orang narapidana yang mendapatkan remisi pada tahun 2026 ini, ada dua perwakilan warga binaan yang hadir dalam upacara 17 Agustus 2026, atas nama, Salim Alfian Jakeman, besaran remisi 3 bulan, dan Mikael Jakson Mote, besaran remisi 2 bulan.
‎"Hidup baik-baik ya, jangan pernah ulangi kesalahan, dan harus ada perubahan hidup. Stop yang tidak baik, dan dekatkan diri kepada Tuhan," ujar Gubernur Meki Nawipa, sembari memberikan remisi secara simbolis kepada dua warga binaan usai Upacara HUT ke-81 RI.
‎Selain itu, Bantuan Dana dan Kapitasi Kesehatan melalui BPJS Kesehatan Penerima KO Sehat atau KO Harus Sehat, kolaborasi JKN, bahwa 86% bantuan kesehatan benar-benar dipakai oleh Orang Asli Papua (OAP).
‎Hal ini disampaikan Asisten Deputi Jaminan Pelayanan Kesehatan, dr. Hasbiyas Siddik Alhudawi, usai Upacara HUT ke-81 RI, sembari mengapresiasi kebijakan Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley, dalam hal pembayaran Kapitasi FKTP program KO Harus Sehat untuk Fasilitas Kesehatan (Faskes) senilai Rp27.229.012.699, terdiri dari PKM Siriwini sebesar Rp807.314.739 dan RSUD Nabire sebesar Rp26.421.697.960.
‎Pasalnya, dukungan Pemprov Papua Tengah melalui Gubernur dan Wagub itu, terhadap penyelenggaran program JKN. Di mana, saat ini cakupan kebesaran aktif kita sudah mencapai ke angka 95,8% dari total penduduk Provinsi Papua Tengah.
‎"Pada kesempatan kali ini, kami apresiasi terhadap pembentukan KO Harus Sehat BPJS Kolaborasi JKN. Karena, pada kesempatan kali ini, dari 50.000 peserta yang sudah berkolaborasi dengan KO Harus Sehat - JKN saat ini, di mana 44.000 atau 86%-nya adalah OAP," pungkas dr. Hasbiyah.
‎"Langkah yang ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini. Karena, memang dukungan antara JKN dan KO Harus Sehat memang betul-betul menjawab kebutuhan daripada peserta kita di Provinsi Papua Tengah lebih khususnya OAP," tandasnya.
‎Gubernur Meki Nawipa juga memaparkan capaian program pendidikan gratis, atau bantuan hibah pendidikan, di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Perkuliahan (Mahasiswa) di Papua Tengah, serta di luar negri.
‎Orang nomor satu Provinsi Papua Tengah juga merespons persoalan hibah yang sering dipertanyakan publik dengan menyampaikan fakta capaian di lapangan.
‎“Capaian kami pada pendidikan, pertama tentang pendidikan gratis yang sudah jalan mencakup 58.000, yang di mana semuanya kami hibahkan ke sekolah-sekolah yang ada di Papua Tengah. Banyak orang di sana persoalkan masalah hibah, tapi hari ini saya mau kasih tahu bahwa ada 58.000 anak sekolah di Papua Tengah mendapat pendidikan yang gratis. kedua, 6.000 mahasiswa di sini juga dapat dibiayai langsung oleh Pemda Provinsi Papua Tengah dan kita tempatin,” papar Meki Nawipa.
‎"Selain membiayai sekolah-sekolah berasrama, Pemprov Papua Tengah juga mengalokasikan dana hibah sebesar Rp30 miliar per tahun untuk membiayai mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri," tambahnya.
‎Mantan Bupati Kabupaten Paniai satu periode ini, menjelaskan, selama dua tahun terakhir, Pemprov Papua Tengah telah membiayai 1.800 guru untuk mendapatkan sertifikasi agar bisa memperoleh gaji ganda.
‎"Tahap 1 PPG atau sertifikasi profesi guru sebanyak 800 lebih pada tahun 2025. Dan, tahun 2026, saya tambah lagi menjadi 1000 guru yang ikut tahap 2 PPG. Mereka ada 1.800 guru mendapatkan gelar 'gr' dan gaji tambahan setiap bulan untuk mengembangkan usaha lainnya atau menghidupi keluarga," jelas Gubernur Meki.
‎Pada kesempatan itu pula, kebijakan Gubernur Meki dan Wagub Geley (MEGE) melaunching penerbangan bersubsidi untuk masyarakat.
‎Peluncuran program subsidi penerbangan ini, hasil kerjasama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT AMA (Associated Mission Aviation).
‎Langkah ini diambil untuk memberikan pelayanan transportasi udara yang terjangkau serta mempermudah aksesibilitas masyarakat dari kabupaten menuju ibu kota provinsi dan sebaliknya.
‎“Hari ini, di ulang tahun yang ke-81, negara ini perlu hadir untuk menjamin rakyatnya di atas tanah ini. Maka itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Gubernur, Wakil Gubernur, dan kami semua bersepakat untuk memberikan subsidi penerbangan,” tegas Gubernur Papua Tengah.
‎Gubernur Nawipa menyampaikan subsidi penerbangan ini melayani sejumlah rute strategis pulang pergi hingga akhir tahun 2026.
‎Rute tersebut meliputi Nabire – Mulia pulang pergi sebanyak tiga kali penerbangan seminggu, Nabire – Sugapa pulang pergi tiga kali seminggu, serta Nabire – Ilaga pulang pergi tiga kali seminggu.
‎Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga memberikan subsidi untuk dua kali penerbangan ke Enarotali, dua kali penerbangan ke Waghete, dan dua kali penerbangan ke Moanemani.
‎“Jadi masyarakat mendapatkan pelayanan ini bisa dipakai dengan baik. Ini semua hanya karena, Tuhan dan juga karena, negara ini memberikan perhatian dan kontribusi untuk tolong masyarakat supaya masyarakat maju. Kita mempermudah transportasi dari kabupaten ke ibu kota provinsi dan begitu juga kembali ke kabupaten,” beber Meki Nawipa.
‎Meki Nawipa menambahkan bahwa pengabdian ini dipersembahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
‎“Maka itu, pada hari ini tanggal 17 Agustus tahun 2026, kita akan launching penerbangan subsidi kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT AMA (Associated Mission Aviation) untuk melayani masyarakat, melayani tanpa batas, melayani menembus batas untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat ini,” imbuhnya sembari menutup rangkaian HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Hanya Remisi 120 Warga Binaan, Momen HUT ke-81 RI di Papua Tengah: Kebijakan Gubernur Meki Nawipa Terselip 'Kado' untuk Rakyat
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan