![]() |
| Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Fabianus Pekei saat memberikan sambutannya di kegiatan pendidikan dan pelatihan koperasi, di Dogiyai, pada Kamis, tanggal 4 Mei 2026.(Ist.) |
[Tabloid Daerah], Dogiyai -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Koperasi dan UKM mendorong gerakan ekonomi rakyat melalui koperasi.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai, Fabianus Pekei melalui sambungan telepon seluler kepada TribunPapuaTengah.com, pada Selasa (12/5/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua.
Fabianus menjelaskan, koperasi bukan sekadar badan usaha. Tetapi, Koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan gotong royong, kekeluargaan, dan keadilan.
Menurut Kepala Dinas Koperasi Dogiyai ini, dengan melihat letak geografis wilayah Kabupaten Dogiyai maka, koperasi merupakan langka efektif untuk mengangkat ekonomi kampung.
Pasalnya, koperasi dapat menggerakkan masyarakat lokal dari bawah hingga ke tingkat yang lebih besar.
"Kita tahu, hasil kopi, pinang, sayur, dan noken Dogiyai selama ini banyak dijual perorangan dengan harga yang tidak menentu. Kalau dikelola lewat koperasi yang sehat, hasil itu bisa dikumpulkan, diolah, dipasarkan bersama, dan keuntungan kembali ke anggota," ujar Fabianus.
Fabianus menyayangkan, banyak koperasi di Dogiyai yang belum berjalan sesuai prinsip.
Lebih lanjut, ada yang hanya tinggal nama, ada yang tidak punya pembukuan, ada yang pengurusnya tidak paham AD/ART.
Karena itu, tambahnya, pendidikan, pelatihan ini sangat penting. Dan, kami telah melakukannya pada Kamis, tanggal 4 Mei 2026.
Fabianus mengatakan, tujuan pelatihan perkoperasian itu, agar memahami dasar-dasar koperasi. Prinsip, nilai, dan peran koperasi dalam ekonomi kerakyatan.
"Meningkatkan kapasitas pengurus, manajemen organisasi, keuangan, dan RAT yang benar," kata Fabianus.
"Membangun koperasi produktif, koperasi yang tidak hanya simpan pinjam, tapi juga usaha kolektif sesuai potensi lokal," tandasnya.
Ia menegaskan Pemkab Dogiyai melalui kepemimpinan di Dinas Koperasi bahwasanya dirinya ingin setiap kampung di Dogiyai punya koperasi yang hidup, sehat, dan dipercaya anggotanya.
"Jadi, koperasi yang kuat tidak bisa dibentuk tanpa orang yang paham koperasi. Karena itu, belajar sungguh-sungguh. Dan, jadilah penggerak koperasi di distrik dan kampung masing-masing," tutup Fabianus.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

