[Tabloid Daerah], Nabire -- Warga Jalan Mandala, Nabire, digegerkan aksi penembakan dan penculikan seorang pria diduga suku Mee oleh Orang Tak Dikenal (OTK) menggunakan mobil hitam, pada Selasa (12/5/2026) malam.
Terpantau, suasana tenang di Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, mendadak pecah menjadi kekacauan.
Sebuah mobil berwarna hitam membelah kegelapan Jalan Mandala, disebut membuat ketakutan yang tak terduga bagi warga sekitar.
Tanpa peringatan, beberapa tembakan menyalak dari balik kaca kendaraan mobil hitam, menyasar seorang warga yang sedang berada di lokasi kejadian.
Sumber laporan warga, saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menggambarkan situasi yang sangat mencekam.
Korban yang terluka tak berdaya dipaksa masuk ke dalam mobil hitam tersebut.
Suara minta tolong sempat terdengar menyayat hati sebelum kendaraan itu tancap gas meninggalkan lokasi.
Warga yang berada di sekitar tak berani mendekat karena, pelaku terus menodongkan senjata api ke arah kerumunan.
"Baru saja ada penembakan di Jalan Mandala, Orang Mee. Penembakan dari dalam mobil hitam. Mereka sudah bawa dalam mobil tersebut, mohon advokasi," ungkap sejumlah warga di TKP dengan nada panik dan penuh desakan.
Identitas korban maupun pelaku hingga kini masih menjadi misteri yang menyelimuti malam di Kota Nabire, Papua Tengah.
Dugaan sementara, korban merupakan warga asli Papua dari Suku Mee.
Ketakutan warga bukan tanpa alasan; moncong senjata yang keluar dari jendela mobil menjadi penghalang bagi siapa pun yang mencoba memberikan pertolongan.
"Terlihat orang Mee, dan dia ada minta tolong tapi warga takut karena, di situ ditodong dengan senjata, dan mereka bawa di mobil hitam," lanjut warga memberikan kesaksian.
Hingga laporan ini disusun, situasi di lokasi masih diselimuti ketegangan.
Informasi ini merupakan hasil investigasi awal berdasarkan keterangan langsung dari warga yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang dan aparat keamanan masih sangat diperlukan guna memastikan detail kronologi serta motif di balik aksi brutal ini.(*)
Tim Tabloid Daerah

