[Tabloid Daerah], Nabire -- PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencetak laba bersih Rp19,7 triliun sepanjang 2025, dipicu lonjakan trafik data dan dominasi layanan digital yang kini menyumbang 95 persen dari total pendapatan bisnis seluler perusahaan.
Angka yang dirilis Telkomsel, pada Kamis (21/5/2026), membuktikan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar jargon.
Perusahaan plat merah ini mencatatkan total pendapatan fantastis sebesar Rp109,3 triliun.
Capaian ini didorong oleh strategi penyesuaian harga dan penyederhanaan produk yang memicu pemulihan performa tajam pada paruh kedua tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih secara kuartalan bahkan melesat 14,7 persen.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa Tahun 2025 merupakan momentum krusial dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat.
"Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Dominasi digital kian nyata. Layanan berbasis data kini memberikan porsi kontribusi hingga lebih dari 95 persen terhadap bisnis seluler.
Hal ini sejalan dengan lalu lintas data yang melonjak 15 persen secara tahunan. Hingga tutup tahun 2025, Telkomsel mengukuhkan posisinya sebagai raja pasar dengan total 156,1 juta pelanggan.
Strategi peningkatan kualitas layanan juga membuahkan hasil manis pada nilai rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) yang kini menyentuh angka Rp45 ribu.
Lini bisnis fixed broadband pun menunjukkan taringnya dengan penetrasi produk yang melampaui 10 juta pengguna.
Di sisi infrastruktur, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 293 ribu Base Transceiver Station (BTS) di seluruh pelosok negeri.
Tidak hanya di kota besar, perluasan jaringan menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui BTS Universal Service Obligation (USO).
Keberadaan infrastruktur ini membawa dampak ekonomi yang nyata.
Integrasi ekosistem digital perusahaan diklaim berhasil membuka lebih dari 685 ribu lapangan kerja baru.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran layanan digital Telkomsel menjadi napas baru yang mampu mendongkrak omzet rata-rata hingga 32 persen.
Nugroho meyakini masa depan industri tidak lagi soal skala jaringan semata.
"Kami meyakini bahwa pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan ditentukan oleh kemampuan menghadirkan layanan yang bernilai, pengalaman yang konsisten, serta keberlanjutan bisnis yang mampu menciptakan dampak jangka panjang," pungkas Nugroho.(*)

