[Tabloid Daerah], Nabire -- Telkomsel resmi meluncurkan MyTelkomsel Basic di Jayapura, Kamis (5/3/2026), sebuah aplikasi ringan di bawah 10MB yang dirancang khusus untuk memastikan inklusivitas layanan digital bagi pengguna ponsel berspesifikasi rendah di wilayah Papua.
Akses layanan digital kini bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dinikmati pemilik ponsel pintar kelas atas di Tanah Papua.
Dalam sebuah pertemuan hangat di Jayapura, Telkomsel memperkenalkan MyTelkomsel Basic, sebuah terobosan aplikasi yang memangkas kendala teknis bagi masyarakat di pelosok Bumi Cendrawasih yang sering terbentur keterbatasan kapasitas memori perangkat.
Langkah ini menjadi jawaban konkret atas realitas lapangan di mana tidak semua pelanggan memiliki gawai dengan spesifikasi tinggi.
Dengan ukuran file yang sangat kecil, aplikasi ini memungkinkan pengguna masuk hanya menggunakan kode OTP tanpa perlu menghafal kode UMB yang rumit.
Inovasi ini sekaligus dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi menjelang Idul Fitri 2026 yang diprediksi akan meningkat signifikan.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, menekankan bahwa teknologi seharusnya tidak menciptakan sekat.
“Tidak semua pelanggan di wilayah Maluku dan Papua menggunakan perangkat dengan memori besar, sehingga kami menghadirkan MyTelkomsel Basic agar akses layanan digital tetap mudah dan inklusif bagi siapa pun,” ungkap Fajri dalam keterangan resminya.
Tak hanya soal aplikasi, momentum Ramadhan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial.
Melalui konversi loyalitas pelanggan, Telkomsel menyalurkan donasi sebesar Rp50 juta yang berasal dari 50 juta poin pengguna setia.
Dana tersebut diserahkan kepada Lembaga Pendidikan, Pelatihan, dan Pengelolaan Tenaga Kerja Papua (LP3TKP) untuk memoles kompetensi pemuda lokal agar siap terjun ke dunia kerja.
Ketua LP3TKP, Kaka Jose, menyambut baik kolaborasi ini sebagai suntikan moral bagi generasi muda.
“Dukungan ini sangat berarti bagi pengembangan SDM Papua, dan saya mengajak adik-adik muda untuk berani memanfaatkan peluang belajar yang ada,” tuturnya.
Komitmen jangka panjang Telkomsel juga terlihat lewat payung program #KopastiBisa.
Salah satu pilarnya, Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB), kini telah menjangkau lebih dari 3.000 mahasiswa.
Saat ini, sebanyak 20 talenta terbaik sedang digembleng dalam tahap inkubasi untuk menciptakan solusi teknologi di bidang kesehatan dan lingkungan yang relevan dengan kebutuhan khas Indonesia Timur.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

