![]() |
| Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley kepada wartawan, pada Senin (9/2/2026), pagi. (#TaDahnews-AmatenayDouw) |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley mengapresiasi tinggi wartawan Papua Tengah dalam momen Hari Pers Nasional (HPN) 2026, menyebut peran mereka sebagai "cahaya di tengah kegelapan" informasi pembangunan delapan kabupaten.
Apresiasi mendalam itu disampaikan Wagub Deinas Geley melalui keterangan pers di Kabupaten Nabire, Senin (9/2/2026), pagi.
Menurutnya, kehadiran pers sangat fundamental, terutama dalam konteks pembangunan di delapan kabupaten Provinsi Papua Tengah, yang mencakup Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, dan Mimika.
Deinas menegaskan bahwa selama ini terdapat pandangan keliru bahwa urusan pembangunan daerah hanyalah domain pegawai negeri atau dunia usaha.
Ia meralat anggapan itu, bahwa Pers berdiri tegak lurus sebagai pilar yang mandiri, bekerja semata untuk kepentingan publik.
“Wartawan harus menjadi satu untuk membangun delapan kabupaten di Papua Tengah,” ujar Deinas.
“Selama ini orang berpikir bahwa membangun daerah itu hanya tugas pegawai negeri atau dunia usaha, tetapi wartawan berdiri tegak lurus, mandiri, dan bekerja untuk kepentingan publik,” tandasnya.
Ia lantas melontarkan analogi yang menohok, bahwa Wartawan, ia tegaskan, adalah pembawa terang. Tanpa mereka, realitas kehidupan masyarakat di pelosok akan senyap, terabaikan dari mata pemerintah dan publik luas.
Menurutnya, tugas pelayanan ini adalah peran krusial pers dalam mendukung Pembangunan Papua Tengah.
“Kalau di suatu daerah lampu mati dan gelap, wartawan datang membawa terang. Lewat berita-berita yang dibuat, kita baru tahu apa yang terjadi di kabupaten, distrik, bahkan desa-desa,” katanya, menggambarkan fungsi vital jurnalisme.
Deinas menyebut profesi jurnalistik ini sebagai pahlawan terdepan. Mereka adalah garda pencerdas masyarakat. Mereka bekerja keras, tak kenal lelah, hanya berbekal pena dan pikiran, demi menyampaikan kebenaran yang dibutuhkan publik.
“Bayangkan kalau wartawan tidak membuat berita, bagaimana kita mengetahui kondisi kampung, distrik, atau desa. Wartawan bekerja siang dan malam, tidak kenal lapar, haus, dan lelah, hanya berbekal pena dan pikiran untuk menyampaikan kebenaran,” tegasnya.
Pesan pada momen Hari Pers Nasional 2026 ini juga menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menjamin keterbukaan ruang demokrasi, kebijakan, dan transparansi keuangan.
Deinas berharap seluruh insan pers dapat terus kompak dan bersatu, baik wartawan OAP (Orang Asli Papua) maupun non-Papua, semua harus menyatukan langkah untuk membangun Papua Tengah.
Ia mengapresiasi kinerja wartawan Papua Tengah yang luar biasa selama masa awal kepemimpinannya.
“Selamat Hari Pers Nasional. Teruslah bekerja dengan hati, dengan integritas, dan dengan semangat membangun Papua Tengah,” tutupnya.(*)
Penulis: Amatenay Douw
Editor: Kebagibui Deto

