Iklan

iklan

Sejarah Baru Pers Papua 2026: Festival Media Pertama Dimulai, Fokus Penguatan Jurnalisme Profesional dan Damai di Tanah Papua

Tabloid Daerah
1.13.2026 | 1:50:00 AM WIB Last Updated 2026-01-12T20:31:30Z
iklan
Ketua Panitia Festival Media Se-Tanah Papua 2026, Abeth Abraham You, dalam jumpa pers di Sekretariat Panitia, ‎Ruangan Kantin Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK), Jalan Jendral Sudirman, Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah, Selasa (12/1/2026) malam.(#TaDahnews-Deto)

[Tabloid Daerah], Nabire -- Ratusan insan pers dari enam provinsi di Tanah Papua bersiap mengikuti Festival Media se-Tanah Papua yang pertama, akan berlangsung di Nabire, Papua Tengah.

Acara bersejarah ini mengusung tema, “Media Profesional dan Inklusif untuk Tanah Papua yang Damai dan Bermartabat”, dijadwalkan digelar selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Januari 2026, di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Nabire, Papua Tengah.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Festival Media Se-Tanah Papua 2026, Abeth Abraham You, dalam jumpa pers di Sekretariat Panitia, ‎Ruangan Kantin Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK), Jalan Jendral Sudirman, Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah, Selasa (12/1/2026) malam.

Abeth menyampaikan festival ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Nabire dan diharapkan menjadi tonggak baru bagi penguatan pers Papua yang profesional dan inklusif, dan menjadi sejarah yang merintis bagi generasi pers ke depan.

Ketua Panitia mengungkapkan kepesertaan festival mencakup wartawan senior, wartawan aktif dari Provinsi Papua Tengah sebagai tuan rumah, Papua Pegunungan, Papua Induk, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Selain itu tambahnya, festival ini juga melibatkan perwakilan mahasiswa dan pelajar tingkat SMA/SMK sebagai bagian dari edukasi literasi media.

“Peserta merupakan wartawan aktif dari berbagai media, baik cetak, online, maupun elektronik. Selain itu, hadir pula sejumlah wartawan senior yang pernah menjalankan tugas jurnalistik di Istana Negara Jakarta pada era 1980-an,” jelas Abeth.

Kehadiran wartawan senior, lanjut Abeth, menjadi bukti dukungan nyata bagi keberlanjutan pers Papua dan motivasi bagi jurnalis muda di tengah tantangan zaman. "Tujuan utama festival ini adalah membekali jurnalis Papua dengan keterampilan liputan investigasi dan jurnalisme damai," lanjutnya.

Festival akan diramaikan dengan pameran foto dan video jurnalistik yang menampilkan karya-karya wartawan Papua, yang sekaligus menjadi ruang apresiasi dan refleksi atas peran pers dalam merekam realitas sosial di Tanah Papua. Dan, seluruh rangkaian acara akan dimulai pada sore hari pukul 15.00 WIT.

Puncak kegiatan festival akan ditutup dengan malam penganugerahan Jurnalis Favorit yang dijadwalkan pada 15 Januari 2026.

“Pada malam penganugerahan tersebut, panitia akan memberikan penghargaan kepada wartawan yang telah lama mengabdikan diri di dunia jurnalistik, berdasarkan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia dan pengurus Asosiasi Wartawan Papua sejak September 2025," kata Abeth.

Menutup jumpa pers, Abeth menekankan jadikan jurnalisme damai di Tanah Papua.

“Perjuangan kita hanya satu, yaitu mewujudkan jurnalisme damai di Tanah Papua," tutup Abeth.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sejarah Baru Pers Papua 2026: Festival Media Pertama Dimulai, Fokus Penguatan Jurnalisme Profesional dan Damai di Tanah Papua
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan