Iklan

iklan

Merintis Festival Media Papua di Nabire, Abeth You: Menjadi Ruang Solidaritas dan Peningkatan Kapasitas

Tabloid Daerah
1.11.2026 | 11:39:00 PM WIB Last Updated 2026-01-12T20:54:16Z
iklan
Abeth Abraham You, Ketua Panitia FesMed Se-Tanah Papua 2026 dii Sekertariat Panitia Festival Media (Fesmed) Se-Tanah Papua yang berlokasi di Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah, tepat pada Minggu (11/1/2026) malam, pukul 19.00 waktu Papua./Istimewa

[Tabloid Daerah], Nabire -- Di tengah kesibukan persiapan akhir, atmosfer historis menyelimuti Sekertariat Panitia Festival Media (Fesmed) Se-Tanah Papua di Halaman Kantin Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam, Jalan Jendral Sudirman, Nabire, Papua Tengah, tepat pada Minggu (11/1/2026) malam, pukul 19.00 Waktu Papua.

Panitia Fesmed se-Tanah Papua 2026 memastikan bahwa hajatan akbar yang disebut sebagai Festival Media pertama dalam sejarah di Tanah Papua itu telah mencapai kesiapan 96 persen, hanya berselang sehari sebelum acara yang akan berlangsung selama tiga hari, 13 hingga 15 Januari 2026.

Fesmed kali ini diperkirakan akan dihadiri oleh kurang-lebih 300 peserta yang terdiri dari wartawan aktif, wartawan senior, pelajar, dan mahasiswa di Kota Nabire, dan Peserta dari berbagai provinsi di Tanah Papua, bahkan terpantau mulai berdatangan sejak 10 Januari 2026.

Abeth Abraham You, Ketua Panitia Fesmed Se-Tanah Papua 2026, menjelaskan bahwa kelengkapan utama acara telah rampung disiapkan. “Ini adalah Festival pertama yang memang selama ini tidak pernah terjadi, dan ini pertama baru terjadi di Papua Tengah,” ujar Abeth usai rapat koordinasi terakhir lintas seksi.

"Yang pertama adalah, kami saling mengenal wartawan Papua ini, satu sama lain. Karena, selama ini kita hanya melihat di media saja, ini wartawan ini, dan media itu wartawan itu, dan lainnya. Hari ini baru kita baku tahu bahwa kita wartawan Papua juga bersatu," tambahnya.

Abeth berharap bahwa bersamaan dengan dilaksanakannya festival ini, wartawan semakin kokoh dalam kerjasama di Tanah Papua ini.

"Kita wartawan Papua bisa dan dapat mengangkat isu-isu atau memperkenalkan Tanah Papua, baik itu dari sisi ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya," harapnya.

Fesmed Sebagai Ruang Solidaritas dan Peningkatan Kapasitas

Festival Media ini dirancang sebagai ruang bertemu bagi jurnalis, pegiat media, komunitas, dan publik Papua. Serangkaian kegiatan telah disiapkan, termasuk talkshow inspiratif, workshop dan diskusi tematik, hiburan musik akustik, hingga malam penutupan yang disertai penganugerahan.

Lebih dari sekadar acara, Abeth menekankan bahwa Fesmed bertujuan utama untuk memperkuat jaringan pers Papua.

“Yang pertama adalah, kami saling mengenal wartawan Papua ini, satu sama lain. Karena, selama ini kita hanya melihat atau membaca, media ini wartawan ini, dan media itu wartawan itu, dan lainnya. Hari ini baru kita baku tahu bahwa kita wartawan Papua juga bersatu,” ungkapnya.

Acara ini merupakan implementasi dari ide Asosiasi Wartawan Papua (AWP) yang secara legal diakui Kemenkumham pada Oktober 2023.

AWP didirikan sebagai respons terhadap tantangan jurnalisme di Papua, terutama terkait stigma, diskriminasi, dan kebutuhan untuk memperkuat kualitas jurnalisme di tengah isu pembangunan dan Otsus.

Ketua Umum AWP, Elisa Sekenyap, melalui keterangan pers pada rapat perdana Panitia Festival sebelumnya menjelaskan, organisasi AWP telah menetapkan fondasi kuat melalui Rapat Kerja pertama yang diikuti 109 wartawan Orang Asli Papua (OAP).

“Diantaranya mendiskusikan dan menyepakati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AWP,” kata Elisa, menegaskan landasan organisasi.

Gabriel Maniagasi, salah satu wartawan senior, menekankan pentingnya organisasi AWP sebagai wadah pengembangan diri.

"AWP harus jadi rumah bersama, tapi juga jadi jembatan untuk menghubungkan wartawan asli Papua mencapai profesional di bidang jurnalistik," kata Mantan Wartawan Jubi dan Suara Pembaharuan.

Dengan terlaksananya Fesmed ini, Abeth berharap kolaborasi antarwartawan di Tanah Papua akan semakin kokoh dalam mengangkat isu-isu strategis, mulai dari ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Festival ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam upaya memajukan jurnalisme OAP yang berkualitas dan berintegritas.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Merintis Festival Media Papua di Nabire, Abeth You: Menjadi Ruang Solidaritas dan Peningkatan Kapasitas
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan