[Tabloid Daerah], Nabire -- Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menegaskan komitmennya untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Papua Tengah, ditandai dengan pembagian 75 unit laptop kepada para siswa peserta Festival Budaya pelajar pada September 2025 lalu.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Aula Kantor Bupati Paniai, Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Jumat (23/1/2026) sore, sekaligus menjadi platform pengumuman target pencetakan 100 dokter spesialis Orang Asli Papua (OAP) dan kebijakan sekolah gratis.
Kunjungan kerja yang juga melibatkan pelajar dari Kabupaten Dogiyai dan Deiyai ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemprov Papua Tengah untuk memastikan bantuan pendidikan dan motivasi bagi generasi muda (pelajar) tersebar merata.
Pimpinan definitif pertama Provinsi Papua Tengah membagikan laptop masing-masing pelajar dari Kabupaten Paniai mendapatkan 25 unit, Kabupaten Dogiyai juga 25 unit, dan Kabupaten Deiyai mendapatkan 25 unit.
Menurut Gubernur Meki, bantuan laptop yang disalurkan bukan sekadar pemberian biasa, melainkan investasi serius untuk masa depan wilayah tersebut.
Ia menekankan bahwa hal ini juga merupakan bentuk integritas pemerintah dalam merealisasikan janji yang telah disampaikan kepada masyarakat.
"Saya ingin memberikan langsung agar anak-anak termotivasi untuk sekolah. Ini juga bentuk integritas kami dalam merealisasikan apa yang telah dijanjikan kepada masyarakat," jelas Gubernur Nawipa.
Dalam upaya peningkatan kualitas SDM secara fundamental, Meki mengungkapkan bahwa Pemprov Papua Tengah menargetkan akan mencetak 100 dokter spesialis putra-putri OAP melalui program beasiswa penuh selama masa kepemimpinannya.
Program ini bertujuan memastikan layanan kesehatan yang maksimal di provinsi tersebut.
“Di masa pemerintahan saya dan Pak Deinas Geley, kami menyiapkan beasiswa. Bahkan, kami menargetkan mencetak 100 dokter anak asli Papua Tengah dalam lima tahun ke depan. Kita juga akan biayai dokter spesialis agar layanan kesehatan di sini berjalan maksimal,” ujarnya.
Selain beasiswa dokter spesialis, Pemprov juga fokus pada penyerapan kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintah Pusat sebanyak 2.714 alokasi untuk Papua Tengah. "Secara rinci, alokasi untuk Paniai sebanyak 219 orang, Dogiyai 131 orang, dan Deiyai 78 orang," pungkasnya.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan berkomunikasi dengan anggota DPR RI, Komarudin Watubun, agar data ini didorong sehingga 100 persen kuota tersebut dapat terserap," tandasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Meki Nawipa juga mengumumkan bahwa mulai tahun 2026, Pemprov Papua Tengah telah memberlakukan kebijakan sekolah gratis bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Pemimpin Definitif pertama Provinsi Papua Tengah memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah yang masih berupaya melakukan pungutan biaya.
“Mulai tahun ini uang sekolah gratis. Tugas anak-anak hanya belajar. Jika ada guru yang minta biaya ini itu, saya minta Kapolda tangkap. Kita ingin menjadi daerah yang benar-benar menjamin pendidikan warganya," ungkapnya.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

