Iklan

iklan

Papua Tengah Luncurkan Koperasi Merah Putih di 1.208 Desa, Gubernur Nawipa: Pilar Ekonomi Rakyat

Tabloid Daerah
7.21.2025 | 1:34:00 PM WIB Last Updated 2025-07-21T05:44:20Z
iklan
‎
Sambutan Gubernur Meki Nawipa secara resmi meluncurkan program pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah administrasi Provinsi Papua Tengah, Senin (21/2025), pagi pukul 10.00 waktu Papua (#foto: TaDahNews/DAM)

[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi meluncurkan program pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan yang tersebar di wilayahnya.
‎
‎Peluncuran ini berlangsung meriah di Pasar Pagi, Kelurahan Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (21/7/2025) pagi pukul 10.00 waktu Papua.
‎
‎Program nasional ini merupakan bagian dari gerakan pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan Merah Putih dicanangkan pemerintah pusat.
‎
‎Papua Tengah menjadi salah satu provinsi yang menunjukkan progres signifikan dalam mendukung gerakan ini.
‎
‎Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, SH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi adalah wujud nyata dari semangatnya. "Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945," pungkas Gubernur.
‎
‎“Koperasi mencerminkan demokrasi ekonomi. Dengan prinsip satu orang satu suara, koperasi memberi ruang bagi setiap warga untuk ikut menentukan masa depan bersama,” kata Gubernur Nawipa di hadapan para peserta.
‎
‎Ia menegaskan bahwa koperasi menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan, terutama dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
‎
Paparan Gubernur Meki Nawipa Dalam Pencapaian Penting Pembentukan Koperasi Merah Putih
‎
‎Sebanyak 1.208 desa/kelurahan telah menerima sosialisasi program koperasi.
‎
‎877 desa/kelurahan (70,1%) telah menyelenggarakan musyawarah desa (Musdes), sebagai tahapan krusial dalam pendirian koperasi.
‎
‎581 koperasi (48,1%) telah resmi terbentuk dan mendapatkan status badan hukum.
‎
‎“Ini adalah hasil nyata dari kerja keras kita semua. Namun, kita masih membutuhkan dukungan dari banyak pihak agar seluruh desa dan kelurahan bisa memiliki koperasi aktif,” tegas Nawipa.
‎
‎Koperasi Bukan Hanya Tempat Simpan Pinjam. Namun juga, beberapa hal ini:
‎
‎Gerai sembako untuk distribusi barang subsidi seperti beras, gas, dan minyak goreng. 
‎
‎Klinik desa dan apotek.
‎
‎Gudang penyimpanan dan logistik untuk hasil pertanian dan UMKM.
‎
‎Selain itu lanjut Gubernur Meki, koperasi membangun kolaborasi strategis lintas sektor, mulai dari kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku usaha swasta, hingga kalangan akademisi.
‎
‎“Ini adalah pendekatan metahelix. Semua pihak duduk bersama demi kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.
‎
‎Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu terlibat dalam koperasi.
‎
‎Pasalnya, koperasi adalah ruang belajar, tumbuh, dan berinovasi secara nyata.
‎
‎“Mari jadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang akuntabel dan terpercaya. Kita butuh lebih banyak koperasi produktif yang mampu mendorong keadilan ekonomi dari desa,” tutup Gubernur Nawipa.(#DAM/TaDahNews.com)
‎
‎
‎
‎
‎Penulis: Daud Awiipito Mote
‎Editor: Kebagibui
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Papua Tengah Luncurkan Koperasi Merah Putih di 1.208 Desa, Gubernur Nawipa: Pilar Ekonomi Rakyat
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan