Iklan

iklan

Perayaan Natal Ke-2 Anlabeppuja-Papua, Siap "Menjadi Berkat dan Pendamai Bagi Sesama"

Melkianus Dogopia
12.29.2023 | 9:59:00 AM WIB Last Updated 2023-12-31T05:46:25Z
iklan
Foto Saat Sesi Persembahan Lagu (Kesaksian) Masing-masing Distrik di Kabupaten Puncak dan Puncak Papua/Dok. tadahnews - #MDog

[Tabloid Daerah], Nabire --
Ikatan Lahir Besar Puncak, Puncak Jaya (Anlabeppuja) Papua Merayakan Natal bersama yang ke-2 pada Hari Kamis, (28/12/2023), Pukul 14.00 siang jelang sore Waktu Papua (WP) sampai selesai, di Gedung Aula Maranatha, Malompo, Nabire, Papua Tengah.

Pantauan awak media tadahnews.com, Perayaan Natal ini mengangkat Tema, "Yesus Kristus Raja Damai," di ambil dari Bacaan Alkitab Perjanjian Lama, Yesaya 9:5. Dan, mengusung Sub Tema, "Melalui Perayaan Natal Anlabeppuja, Menjadi Berkat dan Pendamai Bagi Sesama".

Sub Tema yang menjadi pilihan ini, mengajak seluruh yang ada di dalam Anlabeppuja-Papua agar ke depannya mampu menjadi berkat dan pendamai bagi sesama.

Adapun susunan acara yang dibawakan, yakni; Pembukaan (Protokol), Laporan Ketua Panitia Natal, Ibadah (Litorgos), Kesan dan Pesan, Istirahat (Jamuan Kasih), dan Penutup.

Masih dalam pantauan media TaDah, sebelum memasuki Sesi Ibadah, yang unik dari Perayaan Natal Tahun 2023 untuk Ikatan Anlabeppuja-Papua ini, adalah ada Sesi Mengenang Almarhum Mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang meninggal secara tidak wajar, "Kita mengenang Bapak Lukas Enembe sebagai Bapak Pemersatu Papua dan Bapak yang peduli terhadap Rakyatnya, yang kemudian meninggal secara tidak wajar," sebut Otto Gobai. Dan langsung semua yang ada di dalam ruangan bernyanyi bersama lagu dari Victor Hutabarat, berjudul; "Rintihan Anak Negri".

Pada Sesi Ibadah, Pdt. Yulianus Anouw, M.Mis., mengangkat tema, Yesus Kristus Raja Damai (Yesaya 9:5). Dan, dalam ceramahnya, "kita harus menjadi pribadi yang kuat, sebab ada Yesus dalam diri kita," tutur Anouw.

Dirinya juga menyampaikan Yesus Kristus adalah Raja Damai bagi setiap manusia sebab, Kita manusia yang kekal bukan fana karena, manusia yang fana adalah manusia yang tidak percaya Yesus.

"Kita ketika meninggal, kita hanya pindah alamat ke kehidupan yang kekal di Surga. Dan, untuk itu, perbuatan kita di bumi harus saling berdamai dan tidak melakukan gerakan-gerakan tidak baik, seperti; pegang botol, di pinggiran jalan, di kolong jembatan, dan lainnya," kata Anouw.

Lebih lanjut, dirinya dengan nada yang penuh harap, berharap agar, kita mendengarkan nasehat dari orang tua kita.

"Kita harus dengar nasihat dari orang tua kita, ada juga yang tidak. Karena, Bapak kita adalah Yesus, bapak kita yang saat ini adalah bapak sementara tapi, Bapak yang kekal adalah Yesus Kristus," ungkapnya.

Pada akhir penutupan ibadah, dirinya bertanya. Apakah Yesus dalam hati kita? Apakah kita manusia yang lemah?

Jawabnya, "Yesus hidup dalam hati kita dan kita manusia yang kuat di dalam Yesus," pungkas.

"Bapa yang kekal, Bapa yang dahsyat, kami bersyukur sebab Bapa Yesus telah bersama dengan Ikatan Anlabeppuja-Papua melaksanakan kegiatan Natal ini, Engkau Bapa yang selalu ada buat Anlabeppuja-Papua," tutup Anouw.

Masih di tempat dan kegiatan yang sama, Ketua Ikatan Anlabeppuja-Papua, Fransiskus Kotouki, S.KM., menyampaikan akan menakodai ikatan ini agar membawa damai bagi kita sesama manusia, dan bukan hanya itu. Tetapi juga, menjadi berkat bagi sesama.

"Hal ini, sesuai dengan tema kita dalam perayaan Natal Anlabeppuja-Papua bahwa kita siap menjadi berkat dan pendamai bagi kita semua," kata Kotouki.

Pemuda yang penyayang kepada pengurus lain dan anggota Ikatan Anlabeppuja dan juga mudah bersahabat kepada siapa saja, ciri khas yang tegas dimilikinya, ini, berharap agar melalui perayaan natal ini, kita sesama manusia saling berdamai, mengasihi, dan menghargai satu sama lain.

"Kita, Anlabeppuja-Papua membawa keharmonisan antara satu sama yang lain, dan tidak ada perbedaan," ungkapnya.

Tutupnya, dirinya berharap agar Anlabeppuja lebih khusus di delapan kabupaten, Provinsi Papua Tengah, dapat menciptakan keharmonisan, pembawa berkat, dan menjadi pendamai, tanpa ada perbedaan.

"Saya berharap, melalui natal ini, kita benar-benar memaknai Tema dan Sub Tema, agar Anlabeppuja tidak memandang Suku, Ras, Antar Golongan, dan atau perbedaan agama. Anlabeppuja hadir untuk merangkul semua, dan berharap ciptakan keharmonisan sesama kita," tutup Kotouki.

Sementara itu, di tempat dan kegiatan yang sama pula, Ketua Pelaksana Panitia Natal Ikatan Anlabeppuja-Papua Tahun 2023, Hengky Yeimo menyampaikan Perayaan Natal ini adalah Program Tahunan dari Ikatan Anlabeppuja-Papua.

"Jadi, natal ini merupakan agenda tahunan dari Badan Pengurus Anlabeppuja yang mana kami dipercayakan untuk melaksanakan natal ini. Seingga, pada tanggal 28 Desember 2023, kami telah melaksanakan Natal Anlabeppuja yang ke-2," jelas Yeimo.

Lanjut Ketua berbakat ini yang juga adalah Wartawan Medai Jubi, Yeimo mengucapkan perasaan terimakasih atas kerja samanya, doa dari orang tua-senioritas, dan kebersamaan kita lah yang menyukseskan kegiatan kita ini.

"Kami banyak berterimakasih kepada senioritas, dan pihak-pihak yang telah membantu kami, dalam hal Dana dan Bama untuk menyukseskan Ibadah Perayaan Natal Anlabeppuja Tahun 2023," tutur Yeimo.

Pihaknya juga berterimakasih kepada tim kerja yang juga sangat membantu dalam melaksanakan Natal Anlabeppuja ini.

"Kami juga berterimakasih kepada tim kerja, telah kerja keras untuk menyukseskan kegiatan natal kita pada Tahun 2023," sebut Yeimo.

Yeimo juga menutup dengan berharap melalui pesan natal ini dapat menciptakan suasana damai dan keakraban antara sesama Anlabeppuja, dan sesama kita semua.

"Semoga dengan Ibadah Perayaan Natal ini, membuat suasana damai, suasana keakraban antara Anlabeppuja baik pengurus, anggota, dan sesama kita, masyarakat, agar terjadi perdamaian itu, seperti; yang dikehendaki oleh umat manusia di muka bumi ini," pungkas Yeimo, penuh harap.

Pada akhir wawancara, Yeimo mengajak agar jadikan Tanah Papua sebagai tanah damai, dan semua yang menghuni tinggal dalam damai, juga menjadi berkat bagi sesama.

"Kami mengajak agar tetap jadikan Papua sebagai tanah damai, tanah yang dihuni oleh semua makhluk, dan dapat menjadi berkat bagi semua orang," tutup Yeimo.

Bersamaan dengan momentum perayaan natal ini, beberapa pengurus dan anggota Ikatan Anlabeppuja-Papua telah mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dan, salah satu dari mereka sebagai perwakilan memberikan kesan dan pesan, ini, sebagai penutupan rangkaian Ibadah Perayaan Natal.

Eka Kristina Yeimo, S.Pd. M.Si., Calon Anggota DPD Republik Indonesi (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua Tengah, ini, mewakili yang lain menyampaikan Ikatan Anlabeppuja akan tetap bersemangat menjadi perantara untuk mempersatukan sesama organisasi dan komunitas lain, agar bersatu dan bersama bangun negri, terutama bagi bangsa dan Tanah Papua.

"Salam damai, selamat natal bagi kita semua, kami Ikatan Anlabeppuja mengadakan pesta natal atau pesta kelahiran Tuhan kami Yesus Kristus dengan Tema, 'Yesus Kristus sebagai Raja Damai yang datang ke bumi', dan kami anak-anak Labeppuja ingin menjadi salah satu komunitas atau organisasi yang bisa menjadi perantara untuk mempersatukan sesama kita komunitas maupun pihak lain seperti, organisasi lain yang bisa kami bersatu, bersama, bekerja, terutma bagi bangsa dan Tanah Papua," kata Eka Yeimo.

Tutup sosok perempuan Papua Tengah yang penuh kasih sayang ini, Eka Yeimo berharap agar Tema Natal yang dibawakan ini agar benar-benar menciptakan Papua sebagai Zona Damai untuk kemuliaan bagi Tuhan.

"Di Tema Natal Tahun ini [2023], kami [Anlabeppuja-Papua] ingin supaya Papua menjadi Zona Damai. Damai di hati kita, damai bagi sesama demi kemuliaan Tuhan," tutup Eka Yeimo.(TaDahnews.com/#MDog)



Reporter: Melky Dogopia
Editor: Admin
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perayaan Natal Ke-2 Anlabeppuja-Papua, Siap "Menjadi Berkat dan Pendamai Bagi Sesama"

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan