Iklan

iklan

Oknum Wartawan Garda Tipikor News dan Detik Newss Diduga Menyebar Berita Hoax Dengan Keterangan Sepihak

Tabloid Daerah
9.05.2023 | 11:00:00 PM WIB Last Updated 2023-09-06T02:12:55Z
iklan
Wempi Mbisikmbo dan pihaknya memberikan klarifikasi saat dijumpai media ini/Dok.DZ

[Tabloid Daerah], Nabire --
Pada tanggal (4/9/2023) gardatipikornews.com dan detiknewss.com diduga telah memuat berita tidak berimbang tanpa narasumber yang jelas dan dinilai telah mencemarkan nama baik Calon Komisi Pemiliham Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Puncak Papua yang telah dinyatakan lulus 10 besar.

Pemberitaan di media gardatipikornews.com dengan judul, “Diduga Sarat Kecurangan, Tim Seleksi Diminta Batalkan 10 Calon Anggota KPU Papua Tengah Yang Ditetapkan”. Tidak ada narasumber, dinilai hoax./Dok.Screenshot

Dalam pemberitaan di media gardatipikornews.com dengan judul, “Diduga Sarat Kecurangan, Tim Seleksi Diminta Batalkan 10 Calon Anggota KPU Papua Tengah Yang Ditetapkan”. Dan, di media detiknewss.com dengan judul, "Syarat Kecurangan, Tim Seleksi KPU Provinsi Papua Tengah Masuk Angin". Di dalam isi berita tersebut dinilai sebagai berita hoax.
Pemberitaan di media detiknewss.com dengan judul, “Diduga Sarat Kecurangan, Tim Seleksi Diminta Batalkan 10 Calon Anggota KPU Papua Tengah Yang Ditetapkan”. Tidak ada narasumber, dinilai hoax./Dok.Screenshot

Saat dijumpai media ini, empat (4) orang Calon Anggota KPUD Puncak yang telah masuk 10 besar memberikan klarikasi atas pencemaran nama baik mereka, dan menilai berita tersebut murahan. Dan atas klarifikasi tersebut, mereka siap memberikan bukti akurat jika diperlukan.

“Kami mau klarifikasi bahwa semua berita atau isu yang sedang beredar itu tidak benar karena, kami melihat berita itu penanggungjawabnya tidak ada dan, kami nyatakan itu berita kaleng atau hoax. Dan di sini, kami klarifikasi. Saya sendiri atas nama Wempi Mbisikmbo, nama saya yang sedang dimunculkan di sana sebagai caleg [calon legislatif] itu sudah lima (5) tahun yang lalu dan saat itu saya sudah diangkat menjadi ASN [Aparatur Sipil Negara]. Sehingga, secara otomatis saya bukan lagi pengurus partai karena, sesuai aturan itu pengurus partai itu di luar dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu aturannya jelas. Dan di Sipol [Sistem Informasi Partai Politik] juga nama saya tidak terdaftar di sana. Kita bisa cek sama-sama di sana untuk pembuktiannya,” kata Wempi Mbisikmbo, Selasa (5/09/2023).

Wempi yang juga mewakili para calon KPUD Puncak tersebut menjelaskan bahwa mereka beberapa teman mengalami hal yang sama, seperti; Yones yang dimaksudkan bukanlah Yones Klabetme yang telah masuk 10 besar melainkan Yones merupakan orang tua mereka di kampug atau pedalaman.

"Kemudian, teman saya Panus Telenggen dan Bernad Murip punya kasus hampir sama bahwa mereka adalah korban dari Sipol. Kami sudah klarifikasi ke setiap partai dan sudah dinyatakan keluar dari sipol. Dan, mereka bukan lagi sebagai anggota partai politik. Kemudian, Yones Klabetme namanya sebagai pengurus partai tapi, ada bapa adiknya nama sama dengan Yones Klabetme jadi itu bukan dia dan dia miliki gelar karena, jabatan partai itu harus disertai dengan nama lengkap dan gelar. Sehingga, itu tidak benar juga. Jadi, kami sampaikan bahwa berita yang dinaikan semua itu salah,” jelasnya.

Mbisikmbo juga mengungkapkan bahwa mereka mengetahui siapa yang sedang membangun isu tidak berbobot tersebut. Namun, tetap mengajak untuk membangun Puncak Papua yang merupakan daerah mereka bersama.

“Kami juga tau siapa yang sebenarnya ada dibalik ini, sebenarnya permainan politik ini tidak dewasa sekali. Kalau memang abang-abang merasa, ayolah! Kita bersatu-padu untuk membangun daerah ini. Kita sama-sama jalan. Jangan kemudian dengan masalah-masalah yang tidak berbobot ini sampai kepada masyarakat. Nanti dampaknya besar, itu sudah pernah terjadi. Dan, kami berharap tidak boleh terjadi kedua kali lagi,” ungkapnya, tegas.

Wempi lebih lanjut lagi menjelaskan bahwa pihaknya juga menegaskan, mereka dirugikan dengan pencemaran nama baik mereka. Sehingga, tetap menempuh jalur hukum dengan melaporkan media maupun oknum yang mereka curigai itu.

“Kami merasa dikorbankan juga dalam hal ini pencemaran nama baik, yang pasti kami akan menempuh melalui jalur hukum ke pihak yang berwajib untuk menyelidiki siapa pelaku pelaporan ini. Supaya, kita bisa mengklarifikasi benar-benar dengan barang bukti, medianya juga akan kami laporkan,” tandasnya, dengan nada yang tegas

Tutup Wempi, pihaknya juga berharap oknum-oknum yang mereka duga tersebut tidak membuat kegaduhan. Sehingga, pihaknya juga mengajak untuk bergandengan tangan bersama guna membangun Kabupaten Puncak Papua, Provinsi Papua Tengah.

“Kami berharap teman-teman dan abang-abang yang sedang mau berusaha menjatuhkan kami ini, kami berharap jangan buat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Kita sama-sama kawal 10 besar ini sampai siapa yang akan masuk 5 besar adalah adik-adik kalian juga orang dari Puncak juga. Kita bersatu-padu bergandengan tangan membangun Puncak di atas yang lebih baik lagi,” tutup mereka.



Admin
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Oknum Wartawan Garda Tipikor News dan Detik Newss Diduga Menyebar Berita Hoax Dengan Keterangan Sepihak

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan