Iklan

iklan

Hasil Pertemuan Orang Bouwo Telah Diserahkan Ke Orang Kepercayaan Bupati

Tabloid Daerah
5.08.2022 | 8:00:00 PM WIB Last Updated 2022-05-09T02:06:36Z
iklan
Hasil Pertemuan Orang Bouwo Telah Diserahkan Ke Orang Kepercayaan Bupati 

TaDahnews.com, Deiyai -- Masyarakat Dari Distrik Bouwo Beberapa Kali Telah Melakukan Pertemuan Terkait Dengan "Timbal-Balik" Dari Bupati Terpilih Dan Sedang Memimpin di Kabupaten Deiyai, Ateng Edowai S.Pd.K., M.Pd., Karena, Orang Bouwo Bukan Hanya Memberikan Suara Tapi Juga, Hasil Sumbangan Dana Sukarela Mereka juga.

Bertempat di Waghete II, Bukit Timipotu, samping Menara Telkomsel, Deiyai, di situlah ada sebuah rumah yang disebut rumah adat bagi orang Bouwo, atau masyarakat suku Mee menyebutnya "Emaaowa".

Di Emaaowa perwakilan masyarakat dari Distrik Bouwo. Yaitu: Tokoh Adat, Perwakilan Marga-marga dari Bouwo, Kepala Suku Memoi, Tokoh Perempuan, Orang Tua Aparatur Sipil Negara (ASN), Intelektual Bouwo, Dan Tokoh Pemuda, melakukan beberapa pertemuan dan membicarakan tentang beberapa hal, seperti; Pemekaran Kampung dan Distrik, Akses Transportasi, Penempatan Esalon II, dan Perhatian Khusus Pendidikan.

"Saya kepala kampung Mudetadi, dalam pembicaraan terkait dengan Pemekaran Distrik ini sudah saya usulkan sejak masa jabatannya Dance Takimai sebagai Bupati. Sampai saat ini, di masa jabatannya Ateng Edowai juga sama. Padahal, kami orang Bouwo telah memberikan dukungan suara dan juga hasil sumbangan dana sukarela kami," kata kepala kampung Mudetadi, Demianus Yupi Pakage dikutip media ini saat berbicara kepada orang kepercayaan Bupati, Minggu (9/5/2022) waktu siang.

Lanjut Pakage, saya dan masyarakat Bouwo sudah sampaikan ke Sekertaris Daerah (sekda) Deiyai, Bapak Yan Giyai, juga kepada Bupati sendiri bahwa agar dipercepat pemekaran distrik Memoi, dan kepala distriknya Yuli Dogopia, sesuai hasil pembicaraan dan kesepakatan kita dari empat suku yang ada di wilayah perbatasan itu. Dan, kami kasih peringatan! Yang lain tidak boleh bikin jalan sendiri.

Senada dengan itu, Kepala Suku Moni, Migani, Jhonatan Wamui yang berjuang pemekaran Distrik Memoi bersama masyarakatnya turut bersuara terkait hal Timbal Balik itu.

"Kami sudah bikin proposal yang di dalamnya ada hasil kesepakatan kami, proposal ini ada juga di sekda. Sekarang, kami kasih ke orang kepercayaannya Bupati yang saat ini datang bertemu kami. Intinya, kami telah banyak bicara tentang apa yang Bupati lakukan untuk masyarakat Bouwo?" dengan nada yang penuh bertanya saat bersuara di pertemuan bersama orang kepercayaan Bupati dikutip media ini.

Tambah Wamui, akses jalan, penerimaan pegawai, pemekaran kampung dan distrik, bantuan biaya pendidikan, dan penempatan esalon II di Pemerintahan Kabupaten Deiyai. Beberapa hal ini Bupati harus perhatikan agar ke depan kita bisa jalan bersama. Kepala suku Jhonatan sampaikan juga bahwa waktu sudah sangat singkat dan Bupati harus serius dan lebih cepat. Kalau memang untuk pemekaran memakan waktu lama, mestinya percepat Nota Tugas untuk Esalon II.

Sambil menerima proposal dari Bouwo, Orang Kepercayaan Bupati, Bapak Mikael Pakage, Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Deiyai mengatakan bahwa dirinya akan meneruskan semua hasil pembicaraan termasuk proposal Bouwo kepada Bapak Bupati, Ateng Edowai S.Pd.K., M.Pd.

"Saya telah mendengar dan kita telah banyak berbicara tentang kemajuan bersama ke depan demi Deiyai. Dan, saya juga telah memegang Proposal ini. Ini semua, saya akan sampaikan ke Bupati dan Berbicara kepada beliau langsung agar dipercepat mengingat waktu yang tinggal beberapa bulan saja," pungkas Mikael Pakage. (*)


Admin

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hasil Pertemuan Orang Bouwo Telah Diserahkan Ke Orang Kepercayaan Bupati

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan