Iklan

iklan

Pimpin PSSI Papua Tengah, Deinas Geley: "Saya Tidak Tahu Main Bola, Tapi Saya Akan Jaga Sepak Bola Terus Maju"

Tabloid Daerah
11.06.2026 | 1:13:00 PM WIB Last Updated 2026-11-07T04:14:03Z
iklan
Deinas Geley resmi terpilih sebagai Ketua PSSI Provinsi Papua Tengah periode 2026–2030 melalui KLB yang berlangsung di Aula RRI yang berlokasi di Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Jumat (6/11/2026). /PapuansPhoto-Dury

[Tabloid Daerah], Nabire -- Deinas Geley resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Tengah periode 2026–2030 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang berlangsung di Aula RRI yang berlokasi di Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Jumat (6/11/2026).

Usai terpilih, Deinas menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pelaksanaan kongres yang berlangsung kondusif.

Ia menilai proses pemilihan berjalan tanpa perpecahan maupun pengelompokan kubu di antara peserta.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal awal untuk membangun organisasi secara bersama-sama.

Ia menegaskan, kemajuan sepak bola Papua Tengah tidak dapat bertumpu pada satu orang, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pengurus dan pemangku kepentingan dari delapan kabupaten.

“Setiap organisasi dalam pemilihan biasanya ada lempar-lemparan ke kiri dan ke kanan, tetapi hari ini tidak demikian. Maka kami optimis kepemimpinan ke depan kita jalankan bersama-sama. Saya hanya atas nama, tetapi kalian adalah yang bekerja di lapangan untuk membesarkan persepakbolaan di Provinsi Papua Tengah,” ujar Deinas.

Dalam kesempatan itu, Deinas juga mengajak seluruh pengurus membangun fondasi organisasi dengan mengedepankan kebersamaan, semangat, kerendahan hati, serta nilai-nilai keimanan.

Ia mengingatkan agar jabatan tidak membuat pengurus merasa lebih tinggi dari yang lain.

Menurutnya, setiap langkah organisasi perlu dijalankan dengan tanggung jawab dan melibatkan Tuhan.

Menanggapi pandangan sejumlah pihak yang mempertanyakan latar belakangnya karena bukan pemain sepak bola profesional, Deinas menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun dan menjaga organisasi agar tetap berjalan serta berkembang.

“Di luar sana ada yang mengatakan bahwa Deinas Geley tidak tahu main bola. Memang benar saya tidak tahu main bola, tetapi tujuan kita bersama adalah membesarkan PSSI. Saya bersyukur tidak tahu main bola, tetapi saya akan menjaga barang ini agar tidak pecah dan terus maju,” tegasnya.

Memasuki masa kepemimpinannya, Deinas memasang target agar klub-klub sepak bola dari delapan kabupaten di Papua Tengah mampu meningkatkan prestasi dan menembus kompetisi kasta tertinggi, yakni Divisi 1 nasional.

Untuk mendukung target tersebut, ia menyatakan akan mengoptimalkan dukungan pemerintah provinsi sekaligus membuka ruang keterlibatan dunia usaha. Para pengusaha yang beroperasi di Papua Tengah diharapkan ikut memberikan kontribusi nyata bagi pembiayaan dan pengembangan sepak bola daerah.

Di akhir pidatonya, Deinas menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana serta seluruh pihak yang telah mendukung jalannya kongres, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda selama proses pemilihan.

Ia mengajak seluruh elemen sepak bola dan masyarakat Papua Tengah mengesampingkan perbedaan serta bersatu membangun prestasi olahraga di daerah.

Kepemimpinan PSSI Papua Tengah periode 2026–2030 kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan semangat persatuan tersebut ke dalam program kerja, pembinaan klub, penguatan organisasi di delapan kabupaten, serta dukungan pendanaan yang berkelanjutan.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pimpin PSSI Papua Tengah, Deinas Geley: "Saya Tidak Tahu Main Bola, Tapi Saya Akan Jaga Sepak Bola Terus Maju"
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan